Browse By

Kasada, Wisnu Jauhi Kawah Bromo

: Umat Hindu Suku Tengger melakukan ritual milasti di kawasan Gunung Bromo, kemarin. Acara ini merupakan rangkaian dari upacara Yadnya Kasad

SUKAPURA – Adanya perayaan Yadnya Kasada membuat banyak wisatawan nusantara (wisnu) yang berkunjung ke Kawasan Taman Wisata Nasional Gunung Bromo, menjauhi kawah Gunung Bromo dan lautan pasir. Alasanya, mereka enggan berdesak-desakan  dengan Umat Hindu Suku Tengger  yang melakukan ritual.

 “Berdasarkan pengamatan yang  kami lakukan, jumlah wisnu saat  perayaan Kasada dari tahun ke tahun akhir-akhir ini semakin menurun  dibanding hari biasa,” ujar Pengelola  Taman Nasioanal Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Fariana Prabandari,   kemarin (8/7).

Menurutnya, saat Yadnya Kasada, kawasan Gunung Bromo  banyak didatangi Umat Hindu  Suku Tengger yang melakukan ritual. Selain itu, juga banyak wisatawan mancanegara (wisman).  Sedangkan, wisnu lebih memilih berada di tempat lain.

“Bisanya wisnu berada di penanjakan. Kalau di kawah dan di lautan pasir kebanyakan umat yang melakukan ritual dan wisman,” jelasnya. Menurutnya, menurunnya jumlah wisnu di sekitar kawah dan lautan pasir saat Kasada  karena mereka tidak mau berdesak-desakan dengan umat yang sedang melakukan ritual.  Sehingga, mereka memilih menjauh dan mencari tempat lain.

Loading...

“Memang saat kasada itu pengunjung meningkat, tapi itu kebanyakan umat. Wisnu biasanya memilih ke penanjakan daripada ke kawah Bromo dan di lautan  pasir,” jelas Fariana.  Fariana mengatakan, per hari, dihari biasa pengunjung Gunung  Bromo mencapai 2.000 hingga 5.000 orang.

Saat Kasada, jumlahnya meningkat. Dari catatan, TNBTS sejak 1-8 Juli kawasan wisata Bromo mencapai 10.080 orang. Terdiri dari 10.000 wisnu dan 80 orang wisman.  Sementara itu, kemarin Wakil Konsulat Jendral China Liu Qiang juga berkunjung ke Gunung Bromo.

Meski kali pertama mengunjungi Bromo, pria ini mengaku sangat terkesan dengan keindahan Bromo dan sekelilingnya. “Gunung Bromo ini gunung yang sangat indah. Saya sangat terkesan dengan keindahannya. Ini bukan hanya terkenal  di Indonesia, melainkan juga sudah ke penjuru dunia,” ujarnya.

Liu Qiang mengatakan, tahun lalu lebih dari satu juta orang wisatawan dari Tiongkok datang ke Indonesia. Sedangkan, Bromo  menjadi salah satu destinasi wisata  yang menjadi favorit warga Tiongkok.   “Terbukti dengan satu juta lebih  mereka datang kemari,” ujarnya.

Selain mengagumi keindahan Gunung Bromo, Liu Qiang juga  merasa kawasan Gunung Bromo   juga aman. Ia juga berjanji akan kembali berkunjung ke Bromo  dan mempromosikannya di  negaranya. “Saya hanya beberapa bulan saja di Surabaya. Saya akan beberapa kali lagi berkunjung ke sini (Bromo) dan mempromosikan di Tiongkok,” ujarnya. (radar)