Browse By

Tembakau Mulai Diserang Virus Kerker

Tanaman tembakau yang diserang virus kerker menjadi kerdil atau tidak bisa tumbuh besar.

KREJENGAN – Musim kemarau  basah tidak hanya mengancam  petani padi di Kabupaten Probolinggo. Para petani tembakau  pun ikut merasakan dampak  musim kemarau basah. Salah satunya, virus kerker yang mulai  menyerang tanaman Tembakau.

Virus ini terlihat di sejumlah  lahan tembakau di Kecamatan Pajarakan. Efeknya, tanaman  tembakau yang terserang virus  kerker akan kerdil atau tidak dapat tumbuh besar.  Dalam kondisi seperti itu, mau  tidak mau, para petani harus  mencabut tanaman tembakau yang terkena kerker. Jika tidak,  dikhawatirkan virus kerker akan  menyerang tanaman tembakau yang sehat.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo  kemarin menyebutkan, di Desa  Opo-opo, Kecamatan Krejengan, tidak sedikit tanaman tembakau  yang terkena virus kerker. Namun,  banyak juga tanaman tembakau  yang sehat.   H. Imam Baidowi, Kelompok Tani Sumber Indah Krejengan saat ditemui membenarkan kondisi itu. Menurutnya, saat ini tanaman tembakau banyak diserang virus kerker.

“Tembakau yang terkena virus kerker, tidak bisa lagi tumbuh besar. Kalau dari pengamatan  kami, tanaman yang terkena virus  kerker itu, ternyata tembakau  yang tanam di awal atau bulan Mei. Sedangkan tembakau yang  tanam di akhir atau bulan Juni  masih aman dan bagus. Kalaupun terkena virus kerker, jumlahnya  kecil,” tuturnya.

Loading...

Imam (panggilannya) sendiri menanam tembakau di awal Mei, yaitu dilahan seluas 500 meter persegi. Dan saat ini kondisinya,  hampir 40 persen terserang virus kerker.  Namun, dia juga punya tanaman  tembakau seluas 1 hektar yang  ditanam di bulan Juni. Dan kondisinya sehat atau bebas dari virus  kerker.

Di lapangan menurutnya, PPL (petugas penyuluh lapangan) memberikan perhatian khusus pada masa lah ini. Sesuai petunjuk  PPL, tanaman tembakau yang terserang virus kerker harus  segera dicabut.  “Tidak ada pilihan lain. Jika tidak dicabut, dikhawatirkan virus  kerker akan menyerang tanaman  tembakau lain yang sehat.  Lagipula, tanaman temba kau  yang terkena virus kerker tidak   akan berkembang,” lanjutnya.

Virus kerker sendiri tumbuh diperkirakan, karena tidak adanya rumput yang menjadi  makanan hama. “Sehingga,  hama virus kerker menyerang  atau makan tanaman tembakau   yang ada. Bisa juga karena cuaca yang tidak mendukung,” katanya.

H. Mudzakir selaku ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo saat dikonfirmasi membenarkan   virus kerker yang menyerang tembakau saat ini. ”Solusi  satu-satunya, petani mencabut tanaman  tembakau yang kerker itu satu  persatu,” terangnya. (radar)