Browse By

Tampilan Kesenian Daerah Pukau Penonton

Pementasan sendratari Kidung Tengger semakin menarik dengan latar belakang Gunung Bromo.

SUKAPURA – Gelaran Eksotika Bromo yang digelar Pemkab Probolinggo di lautan pasir kemarin (7/7), berjalan   sukses. Wisatawan lokal maupun mancanegara yang memenuhi lokasi acara, puas dengan sajian yang ditampilkan. Terlebih, kegiatan ini digelar mendekati perayaan Yadnya Kasada. Sehingga, seluruh wisatawan akan tetap  berada di Bromo hingga perayaan tersebut.

Kegiatan yang dibuka sekitar  pukul 14.00 itu, menampilkan seni Tari Jaranan Jetak yang berasal dari Probolinggo. Suasana semakin menghentak begitu musik khas asal Pamekasan yakni Daul Sakera, tampil. Sajian  dua kesenian pembuka itu, cukup menghangatkan cuaca Bromo yang dingin.

Baru setelah itu, berturut-turut tampil menghibur penonton, Tari Jaran Slining dari Kabupaten Lumajang, musik Jegor  Suar Agung Jembarana dari  Bali, Tari Mahameru dan Topeng  Gunung Sari Tengger, serta sendratari kolosal Kidung Tengger.

Acara semakin meriah berkat penampilan apik artis Ayushita, yang tampil membawakan puisi Kidung Tengger dan Proborini. Kepala Dinas Pemuda, Olah- raga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Sidik  Wijnarko mengatakan, meski  event tersebut baru perdana digelar, namun apresiasi dari masyarakat begitu besar. Bahkan, wisatawan yang hadir menonton acara tersebut, membuat pemkab lega.

Loading...

“Untuk target, Alhamdulillah  sudah terpenuhi. Mereka banyak yang datang untuk menyaksikan gelaran ini, sekaligus lanjut  menyaksikan perayaan Kasada,” terangnya. Sidik menuturkan, kegiatan ini  juga berdampak pada hunian di   Sukapura. Biasanya, wisatawan hanya datang ke Kasada saat perayaan saja, saat ini bisa menginap   empat hari.

“Yang biasanya meng- inap selama dua hari, kini bisa  menginap selama empat hari. Hampir 90 persen hotel di Sukapura  disewa pengunjung,” ujarnya.  Dalam acara tersebut, sejumlah pejabat juga turut hadir. Di  antaranya dari Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan  Ekosistem Kementerian Ling kungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan juga Konsulat Jenderal (Konjen) Cina.

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari yang hadir, terlihat menikmati sajian tari dan musik di event tersebut. Ia berharap,  acara semacam ini rutin digelar untuk memberikan alternatif hiburan bagi wisatawan yang  berkunjung. Terutama menjelang   perayaan Yadnya Kasada.

“Dengan kegiatan ini, maka Kabupaten Probolinggo semakin  dikenal,” terangnya. Lebih lanjut,  kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini, menjadi bukti bahwa pemkab memberikan ruang  pada masyarakat untuk berpartisipasi mengembangkan wisata lokal.

Jika sebelumnya warga setempat hanya menjadi penonton,  kini warga juga ikut berperan aktif atas kesuksesan gelaran tersebut. “Saat ini masyarakat  dapat terlibat langsung dalam acara ini. Biasanya hanya melihat dan menonton saja, untuk saat ini menjadi tuan rumah dan  ikut langsung di dalam prosesnya,”  tuturnya. (radar)