Browse By

Dituduh Selingkuh, Sembunyi di Rumah Kades

Situasi pengepungan rumah kades oleh keluarga Mustofa, pada Kamis malam.

NGULING – M Saefulloh, 26, warga Desa  Semedu, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, nyaris jadi bulan-bulanan massa,  Kamis (6/7) malam lalu. Hal itu bermula dari  informasi yang menyatakan bahwa Saefulloh  berselingkuh dengan Siti Khoiriyah, 30,  warga Desa Kapasan, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Hal itu bermula saat Saefulloh membonceng Siti, dari rumahnya di Desa Semedu menuju rumah mertuanya di Desa  Kapasan, Kamis sore. Di tengah perjalanan,  keduanya dihadang oleh Saer, yang merupakan saudara mantan suami Siti.

Sejak Mei 2016 silam, Siti sendiri sejatinya telah bercerai dengan mantan suaminya, Mustofa, 30,  yang kini tengah bekerja di Wamena, Papua Barat, itu. Untuk menghindari keributan  yang berlarut-larut, Saefulloh  melanjutkan perjalannya menuju rumah mertuanya.

Sebab,  petang itu akan digelar acara  tahlilan di sana. Usai acara tahlilan itu, sejumlah keluarga Mustofa mendatangi rumah Siti.   Maka terjadilah keributan. Sementara itu, Saefullah yang merasa terancam bermaksud meminta perlindungan dengan lari ke rumah Harto, kepala desa setempat.

Loading...

 Bukannya mereda, justru massa yang sudah terprovokasi,  langsung mengepung rumah Harto. Kondisi itu berlangsung selama lebih dari empat jam.  Massa yang emosi, tak mau meninggalkan rumah Harto. Hingga kemudian, sejumlah petugas  kepolisian dari Polsek Nguling mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi.

Bahkan, personel polisi yang  diterjunkan juga membawa senjata laras panjang demi menghindari bentrokan. Aparat mengimbau agar warga tak masuk ke rumah kepala desa.  Kanit Reskrim Polsek Nguling   Aipda Adji Anggoro mengatakan, bahwa keributan yang terjadi  malam itu disebabkan atas kesalahpahaman keluarga besar  Mustofa.

“Dimana keluarga Mustofa ini  menganggap bahwa Saefulloh   penyebab keretakan rumah tangganya dengan Siti. Padahal, antara Mustofa dengan Siti sudah bercerai sejak 2016. Nah, Saefulloh baru menikahi Siti, Maret  tahun ini,” terang Adji.

Petugas kemudian mengevakuasi Saefulloh dari kepungan massa. Proses evakuasi berlangsung alot. Sebab, puluhan warga  tetap tak beranjak dari lokasi  rumah kades meski diminta pulang oleh polisi. Sampai akhirnya, sekitar pukul   00.45, petugas mengevakuasi Saefulloh menggunakan kendaraan polisi. Untuk mengelabui  massa, Saefullah mengenakan  seragam polisi. (radar)

Incoming search terms:

  • warga ingin hakimi perselingkuhan kapasan nguling pasuruan
  • perselingkuhan di kapasan nguling