Browse By

Muncul Opsi Lain untuk JLS

Rencana pengembangan JLS di jalan yang ada di Kelurahan Bukir hingga kini belum jelas.

PASURUAN – Rencana perluasan Jalur Lingkar Selatan (JLS) di Kota Pasuruan hingga kini belum ada kepastian. Pasalnya, relokasi mebel di  Kelurahan Bukir tak kunjung terealisasi. Karena itu, muncul opsi lain agar  perluasan JLS bisa terwujud. Salah   satunya dengan melakukan rekayasa lalu lintas (lalin). Hanya saja, sampai  saat ini belum diketahui bagaimana  rekayasa lalin itu dilakukan.

Pasalnya, Pemprov Jatim masih menunggu hasil kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (andalalin) di jalur tersebut. Sementara, perluasan JLS diperlukan karena akan dilewati jalur Tol Gempol- Pasuruan (Gempas). Pejabat pembuat komitmen (PPK)  Balai Besar Pemeliharaan Jalan  Nasional (BBPJN) VIII wilayah  Gempol-Pasuruan-Probolinggo,   Purnyoto mengakui kondisi JLS saat ini memang belum sesuai dengan standar kelas jalan nasional.

Sebab, lebar jalan hanya 7 meter.  Sementara, jalan nasional harus memiliki lebar 20 meter.  “Keberadaan JLS selama ini  terus kami pantau. Sebab, kondisinya semakin tidak layak. Lebar jalan belum sesuai dengan peraturan UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan,” katanya.

Ia menyebut, rencana pembangunan Tol Gempas yang akan melewati JLS dikhawatirkan dapat berdampak pada kondisi arus lalu  lintas (lalin). Sebab, JLS merupakan  jalur utama dari Pasuruan menuju Malang dan Surabaya. Karena itu,  BBPJN berencana untuk melakukan  pengembangan.

Loading...

Karenanya, rencana pengembangan JLS ini tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil  kajian andalalin dari Transmarga  Jatim selaku pengelola tol Gempas. Dari hasil kajian ini, nantinya  akan ditentukan perlu tidaknya  pengembangan JLS.

Menurutnya, jika dari hasil analisis saat tol difungsikan nanti dapat menyebabkan kemacetan, maka BBPJN akan melakukan pengembangan JLS. Namun,  model pengembangannya masih menunggu hasil komunikasi dari pemkot. Pengembangannya bisa  dengan melakukan pelebaran atau  pemberlakuan rekayasa lalin.

Opsi pertama dipilih jika pemkot dapat merelokasi PKL mebel di Kelurahan Bukir, Kecamatan Panggungrejo, yang berjualan di pinggir  jalan. Namun, jika tidak bisa dilakukan, maka BBPJN akan memberlakukan rekayasa lalin.

“Jika hasil kajian dari Transmarga sudah keluar, baru kami komunikasikan dengan pemkot,” jelasnya. (radar)