Browse By

Guru Cabul Divonis 7 Tahun

Nur Rahmat menjalani persidangan di PN Kraksaan, kemarin.

 

KRAKSAAN – Harapan Nur  Rahmad, 50, seorang oknum guru sebuah MTs di Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, lepas dari jerat hukum kandas.  Kemarin (6/7), majelis hakim  Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan  menyatakan terdakwa terbukti  melakukan pencabulan terhadap siswinya.

Sehingga, majelis hakim  menjatuhkan hukuman selama 7 tahun penjara. Selain hukuman penjara, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan. Vonis hukuman penjara itu, lebih ringan setahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kabupaten Probolinggo.

Dalam persidangan sebelumnya,  JPU meminta majelis hakim menghukum terdakwa selama 8 tahun penjara. Serta, mengharuskan membayar denda Rp 1 miliar  subsider 2 bulan kurungan. “Terdakwa Nur Rahmad divonis hukuman selama 7 tahun penjara,”  ujar Kasi Pidum Kejari Kabupaten Probolinggo Januardi Jaksa Negera, kemarin.

Menurutnya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti  bersalah melakukan pencabulan. Yakni, sebagaimana diatur dalam pasal 76e juncto 82 ayat 2 juncto pasal 82 ayat (2) UU Nomor 35/2014 tentang Perlindangan Anak. “Dia juga diharuskan membayar denda  Rp 1 miliar dengan subsider 2 bulan kurungan,” ujar Januardi.

Loading...

Diketahui, Senin, 14 Maret 2016,  sejumlah siswi sebuah MTs di  Kecamatan Pajarakan mendatangi  Unit PPA Polres Probolinggo. Mereka melaporkan salah seorang  gurunya, Nur Rahmad. Sebab, oknum guru Aswaja yang juga seorang PNS di lingkungan Pemkab Probolinggo, itu disebut telah  mencabuli mereka.

Sejak saat itulah polisi melakukan penyelidikan. Sehingga, kemudian menetapkan Nur Rahmad sebagai tersangka. Tapi, berkas penyidikannya sempat empat kali dikembalikan JPU karena tak lengkap. Berkasnya  baru dinyatakan lengkap pada Senin (23/1).

Selasa (7/3), terdakwa menjalani persidangan perdana di PN Kraksaan. Dia didakwa dengan pasal  berlapis. Senin (5/6) lalu, JPU   menuntutnya dengan hukuman 8 tahun penjara. Serta, denda  Rp 1 miliar subsider 2 bulan  kurungan.

Kemarin, majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap terdakwa.  Atas putusan majelis hakim itu, JPU dan terdakwa sama-sama menyatakan pikir-pikir. Mereka punya waktu sepekan untuk menyatakan menerima atau mengajukan banding atas  putusan majelis hakim. Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Udi belum berhasil  dikonfirmasi. Beberapa kali  dihubungi via telepon tak kunjung dijawab. (radar)

Incoming search terms:

  • berita terklni kab probolinggo
  • kraksaan guru nur di vonis 7 tahun