Browse By

Diserang Wereng, Puluhan Hektare Padi Gagal Panen

KRAKSAAN – Musim kemarau basah biasanya menguntungkan petani. Namun,  tidak begitu bagi petani di Kabupaten  Probolinggo. Pasalnya, puluhan hektare  tanaman padi milik petani gagal panen karena diserang hama wereng. Akibatnya,  petani merugi jutaan rupiah.  

Zainuddin, petani asal Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton mengatakan, sawah yang ditanami padi hampir semuanya rusak, termasuk miliknya. Hama wereng mulai menyerang tanaman padi milik petani beberapa hari terakhir. Karena serangan itu, tanaman   padi yang baru berusia 2 bulan  itu, sudah menguning semua. 

Menurut Zainuddin, tanaman padi yang terkena hama wereng tidak bertahan lama. Diperkirakan,  3 hari sampai sepekan sudah  membuat tanaman menguning. Karenanya, tanaman padi tersebut tidak dapat dipertahanakan.  Alhasil, petani mengganti tanaman padi tersebut dengan tanaman lainnya. 

Loading...

“Kalau sudah menguning karena hama wereng begini, tidak bisa dipertahankan. Karena padi sudah mati. Jadi, nanti akan ganti tanam tembakau atau bawang saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin (6/7).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari,  tidak menampik serangan hama  wereng yang menyerang tanaman padi petani. Menurutnya, kondisi  itu tidak hanya terjadi di wilayah  Kabupaten Probolinggo. Melainkan hampir terjadi di seluruh daerah di Jawa Timur.  

“Hama wereng itu muncul dampak dari musim kemarau basah  tahun ini,” katanya. Hasyim menjelaskan, sejak awal Mei 2017 kemarin, pihaknya sudah melakukan pemantauan dan evaluasi. Bahkan, ia sudah memperkirakan bakal terjadi serangan hama wereng akibat dari musim  kemarau basah.  

Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, sudah melakukan pencegahan dan pengendalian dengan menyemprotkan insektisida. “Kami pantau terus soal hama wereng. Saat libur cuti bersama hari raya, ternyata  hama wereng semakin banyak dan ganas. Saat itu juga, petugas  pertanian langsung menyemprotkan insektisida,” jelasnya.

Hasyim menjelaskan, ia belum  dapat memastikan luas areal  tanaman padi yang terserang  hama wereng dan gagal panen. Sejauh ini diperkirakan hama wereng itu sudah menyerang di  9 kecamatan. Di antaranya, di Kecamatan  Kraksaan sekitar 57,5 hektare;  Paiton 2 hektare; Krejengan 17  hektare; Pajarakan 15 hektare;  Gending 14 hektare; Pakuniran  3 hektare; Tongas 2 hektare; Besuk 1 hektare; dan Kotaanyar 2 hektare.

“Kami sudah melayangkan surat  ke pemerintah provinsi untuk mendapatkan bantuan insektisida,” terangnya. (radar)