Browse By

Wali Kota Kunjungi Korban Curat

Minta Pelaku Dihukum Setimpal

MAYANGAN – Endang, guru sebuah SDN di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, yang menjadi korban curat, Selasa  (4/7) sore mendapat perhatian  dari Wali Kota Probolinggo Hj. Rukmini. Kemarin (5/7), Rukmini  menjenguk Endang di RSUD dr.  Moh Saleh Kota Probolinggo.

Saat dikunjungi Rukmini, kondisi perempuan 34 tahun yang  mengajar kelas satu itu, sudah membaik. Karena itu, dia bisa ngobrol dengan Rukmini di ruang  Kemuning, tempatnya dirawat.   Warga RT 12/RW 1 Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, yang tengah hamil enam bulan itu juga menceritakan kronologi curat yang dialaminya.

Loading...

Termasuk  luka tembak di dada kiri dan  luka di kepala akibat dipukul  dengan gagang airgun. Usai ngobrol, Rukmini memberikan santunan kepada korban.  Dia juga berharap agar pelaku  yang telah ditangkap dan di kembangkan kasusnya mendapatkan  hukuman yang setimpal.

“Semoga pelaku yang telah ditangkap, tidak dilepas dan mendapatkan hukuman yang setimpal,” katanya. Pada Rukmini, Endang juga bercerita tentang kartu Askes miliknya yang tidak berlaku. Sehingga, dirinya kala itu masih harus  mengurus di kantor BPJS.

“Kartu Askesnya tidak berlaku.  Jadi saya diminta oleh pihak rumah sakit untuk mengurusnya.  Sekarang suami saya sedang  mengurusnya di kantor BPJS,” terangnya kemarin. Rukmini menyebut, mereka yang berstatus PNS otomatis terdaftar dalam Askes.

“Jika sudah PNS dan  punya NIP, maka otomatis terdaftar  di Askes. Tapi, kan sudah dikonfirmasi ulang oleh suami, maka hal tersebut paling tidak sudah  bisa teratasi,” terangnya. Diberitakan sebelumnya, Selasa (4/7) pukul 14.30, Endang menjadi  korban curat.

Untungnya, aksi  tersebut berhasil digagalkan Tendo, 28, warga sekitar yang  juga tetangga korban. Pelaku, Nursalam, 24, wargga  Dusun Budagan, RT 4/RW 6, Desa  Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, berhasil ditangkap.

Bahkan, pelaku bonyok dihajar massa. Hingga kini, Polres  Probolinggo Kota masih mengembangkan kasus ini, lantaran diduga  pelaku melakukan aksinya tidak  sendirian. (radar)