Browse By

Marak Pedagang Kaki Lima, Disperindag Siapkan Papan Larangan Berjualan

Sejumlah pedagang buah berjualan di pinggir jalur pantura, Kecamatan Kraksaan.

KRAKSAAN – Sering dirazia dan dilarang berjualan di pinggir jalur pantura, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,  tak membuat sejumlah pedagang  buah ini keder. Malah, mereka kembali ke pinggir jalan untuk mengais rezeki dengan mendirikan lapak.

Ada juga yang berjualan menggunakan pikap dan kendaraan bak terbuka lainnya.  Mendapati itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo  akan memasang papan larangan. Rencananya, papan itu akan di pasang di sepanjang jalur pantura  mulai Jembatan Pajarakan, Kecamatan Pajarakan sampai Pasar Buah Semampir, Kecamatan  Kraksaan.

Kadisperindag Kabupaten Probolinggo Happy mengaku, akan memasang papan larangan seiring maraknya para pedagang kali lima  yang mulai kembali berjualan di   sepanjang Jalur Pantura, Kecamatan Kraksaan. Papan larangan itu baru akan di pasang bulan depan.

“Hal  itu untuk meningatkan para pedagang untuk tidak berjualan di pinggir jalan,” ujarnya. Larangan itu akan dipasang  mulai sisi timur Jembatan Pajarakan hingga Pasar Buah Semampir. Sebab, di wilayah itu diharapkan tidak ada pedagang yang berjualan.

Loading...

“Karena memang di sana yang banyak PKL (pedagang kaki  lima) berjualan,” ujarnya.  Menurutnya, bersama dinas  terkait pihaknya sudah sering melakukan razia dan menertibkan  para PKL agar tidak berjualan di  pinggir Jalur Pantura. Namun, mereka membandel. Padahal,  berjualan di pinggir jalur pantura  dapat membahayakan keselamatan diri pedagang dan penggunan  jalan.

“Ketika tim dari kami dan  Satpol PP telah pulang, mereka kembali lagi berjualan,” ujarnya.  Para pedagang ini lebih memilih  berjualan di tepi jalan dibanding di kios buah yang disediakan di Pasar Buah Semampir. Alasannya,  berjualan di tepi jalan lebih laku.  Karenanya, mereka nekat melanggar larangan dari dinas terkait.  Termasuk, dari Satpol PP.

Dengan adanya papan larangan itu, pihaknya berharap para PKL  mengerti, bahwa berjualan di sepanjang jalur panturan ini dilarang.  Sehingga, dinas terkait tak perlu  lagi memperingatkan mereka. “Ini,  untuk mengingatkan PKL agar mereka tidak lagi berjualan di tepi  jalan. Kan sudah ada larangannya,”  ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • kecelakaan truk lombok di tongas terbaru