Browse By

Bekuk Pelaku Pencabulan Bocah

PANGGUNGREJO – Aksi bejat Shofi, 22, pemuda asal Desa Wonojati, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten  Pasuruan, yang diduga melakukan pencabulan pada pacarnya, RA, 15, berujung penjara. Ia diamankan petugas Unit PPA  Polres Pasuruan Kota pada  Selasa (4/7) lalu lantaran terpergok berada di kamar korban  yang masih duduk di bangku  kelas 3 SMP itu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pelaku masuk ke  rumah korban sekitar pukul  03.00 dini hari.  Saat itu, di rumah korban hanya  ada MK, 26, kakak korban. Sementara MZ, 44, ibunya, bekerja dari pukul 17.00 sehari sebelumnya.

Sekitar pukul 05.00, kakak korban mendengar ada suara-suara mencurigakan dari kamar adiknya. Namun, MK tak berani mendobrak pintu kamar. Akhirnya, MK menghubungi ibunya dan memintanya segera pulang.  Sekitar pukul 07.00, ibu korban  tiba di rumah.

Loading...

Karena curiga dengan tingkah anaknya yang menutup rapat  pintu kamar, MZ lantas meminta MK mendobrak pintu tersebut. Pasalnya, ketika diminta membuka pintu kamar, RA tak merespons. Saat pintu berhasil didobrak, RA tengah duduk  dengan mengenakan celana  pendek dan tank top.

Ibu korban curiga anaknya memasukkan laki-laki ke kamarnya. Dan, benar saja, ketika dicari, Shofi ditemukan bersembunyi dibalik lemari. “Ibu korban  baru mengetahui pagi harinya, sepulangnya dari bekerja,” kata AKP Riyanto, kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota.

Melihat ada pria yang berbuat  buruk pada anaknya, MZ lantas  meminta bantuan warga sekitar  untuk mengamankan pelaku. Saat itu juga, MZ melaporkan kejadian itu ke polisi. Setelah mendapat laporan, polisi kemudian mendatangi TKP dan meringkus pelaku.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota. Sedangkan korban dibawa ke RSUD dr R Soedarsono untuk divisum. “Berdasarkan pemeriksaan awal dari  hasil visum dan keterangan saksi, kami menetapkan pelaku sebagai  tersangka. Saat ini pelaku sudah  kami tahan,” imbuh Riyanto.

Selain mengamankan tersangka, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP. Diantaranya, beberapa potong pakaian milik korban, serta sebuah alat kontrasepsi. “Tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2014 tentang  Perlindungan Anak,” tegasnya.(radar)