Browse By

Tabrak Pohon, Innova Terguling

GADINGREJO – Jika merasa kelelahan atau sakit saat perjalanan, ada baiknya berhenti sejenak untuk beristirahat. Jika di paksa justru berakibat fatal. Kejadian ini dialami oleh mobil Toyota Innova yang ditumpangi  satu keluarga asal Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Akibat kelelahan usai menenggak obat,  mobil mengalami kecelakaan di Jalan A Yani, depan Gudang Bulog Gadingrejo.  Sebelum kecelakaan, mobil  sempat oleng dan menabrak pohon sono di tepi jalan. Usai menghantam pohon, mobil lalu terguling.

Beruntung dalam kejadian itu, tak ada korban jiwa. Ketujuh penumpang termasuk  sopir, hanya mengalami shock   dan luka ringan. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 11.30.

Loading...

Mobil Innova dengan Nopol N 422 DQ harus terguling  setelah oleng dan menabrak pohon sono di sisi utara jalan. Untungnya, ke 7 penumpang selamat  dan luka ringan hanya mobil  depan yang ringsek. Mobil itu dikemudikan Said Jamhori, 40, warga Rawagempol,  Kecamatan Lekok, Kabupaten  Pasuruan. Kemarin dia terlihat masih shock saat melihat  kendaraannya terguling di tepi   jalan.

“Semua selamat gak ada  yang luka. Kami perjalanan dari Solo mau pulang ke rumah di  Lekok,” ungkapnya. Said mengaku, memang sudah terasa migrain sejak di bundaran Gempol. Dirinya sempat berhenti sebentar   untuk meminum obat pusing. Dia lalu melanjutkan perjalannya.

Tapi, ternyata migrain belum pulih benar. Hingga akibatnya dia tak bisa menguasai kendaraan dan mobilnya oleng dan mengakibatkan menabrak pohon kemudian terguling. Untungnya semua penumpang selamat dan langsung diungsikan  di seberang jalan.

Kepolisian  pun  langsung datang ke TKP untuk  melakukan derek agar mobil segera bisa dievakuasi.  Ipda Heri Purnomo, kanitlaka  Satlantas Polres Pasuruan Kota  mengatakan, insiden kemarin murni kesalahan sopir diakibatkan  kelalaian.

“Sopir ini kelelahan dan  migrain habis minum obat, tapi tetap melanjutkan perjalanan. Akibatnya malah tidak bisa fokus, akhirnya kendaraan oleng dan menabrak pohon sampai terguling,” ungkapnya. Dikatakan karena kondisi mobil   memang memakan separo jalan ke arah timur, kemacetan memang  sempat terjadi. Namun setelah  mobil diderek, 20 menit kemudian arus lalu lintas normal kembali.

Heri mengatakan, karena kecelakaan tidak mengakibatkan korban jiwa, maka diselesaikan secara kekeluargaan. “Seharusnya jika merasa lelah, lebih baik berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan. Karena berakibat  bisa mencelakaan keluarga atau  penumpang,” ungkapnya.

Dikatakan dari laka tunggal kerugian material diperkirakan mencapai Rp 10 juta, dengan kondisi mobil depan peyok,  bemper depan lepas, dan kaca belakang pecah. (radar)