Browse By

Perampok Babak Belur Dimassa

Nur Halim menjalani perawatan di UGD RSUD dr Mohamad Saleh setelah dimassa karena merampok rumah Endang.

 

Tembak Korban yang Tengah Hamil dengan Airgun

MAYANGAN – Aksi perampokan  di siang bolong terjadi rumah Endang, 34, RT 12/RW 1 Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, sekitar pukul 15.30, kemarin (4/7). Bahkan, korban yang juga guru SD Negeri 1 Mayangan itu, ditembak pelaku menggunakan senjata airgun.

Beruntung, peluru tidak sampai menembus tubuh perempuan yang tengah hamil 6 bulan tersebut. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan,  saat itu pelaku yang bernama Nur Halim, 24, warga Dusun Budagan, RT 4/RW 6, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, mendatangi  rumah korban sebanyak dua kali.

Loading...

Saat pertama kali datang, korban tidak ada di rumahnya. Karena tak bertemu dengan korban, pelaku lantas mendatangi  kembali sore harinya.  “Katanya sih dua kali ke sini. Pertama tidak ada orangnya,  kedua langsung menggedor pintu rumah Bu Endang,” ujar Tendo, tetangga korban yang sempat  berkelahi dengan pelaku.

Saat datang kali kedua, yang membukakan pintu adalah anak  korban. Pelaku sempat membentak anak korban dan dengan kasar menanyakan keberadaan korban. Saat itu, pelaku beralasan hendak mendaftarkan anaknya sekolah.

“Katanya pelaku ingin bertemu  Bu Endang untuk daftar anaknya sekolah. Enggak tahunya setelah korban keluar, pelaku langsung  menarik kalungnya. Korban lalu dipukul kepalanya sama pistol. Pistolnya sempat jatuh tertinggal  saat berkelahi dengan saya,”   katanya.

Tendo yang ditemui koran ini di sela-sela perawatan di RSUD  dr Mohamad Saleh mengatakan,  ketika ia melihat dan mendengar Endang berteriak minta tolong, ia langsung mengejar pelaku yang kabur menggunakan motor.  Begitu posisi sudah dekat, Tendo  langsung menendang pelaku.  Hal itu membuat keduanya terjatuh.

“Ketika saya tendang, saya dan pelaku sama-sama jatuh dari motor. Pelaku berusaha melawan, tapi karena banyak warga yang datang, ia langsung melarikan diri,” katanya. Tendo dan warga lantas mencari keberadaan pelaku. Saat itu, warga sempat kesulitan  karena tak hafal dengan wajah   pelaku.

Padahal, saat itu pelaku sempat berbaur bersama warga. Namun, upaya penyamaran pelaku dipergoki Tendo. Sebab, Tendo hafal dengan wajah pelaku. Begitu menyadari jika Nur Halim berada di tengah-tengah warga, Tendo langsung mendekati dan menendangnya.

Barulah warga menyadari jika pelaku berada  di tengah-tengah mereka. Tak ayal, Nur  Halim jadi bulan-bulanan warga.  Pelaku tak bisa berbuat apa-apa saat melawan massa yang marah. Beruntung, anggota Polres Probolinggo Kota mendatangi lokasi.

Pelaku yang sudah tak berdaya akhirnya berhasil diselamatkan. Nur Halim lantas dibawa ke UGD  RSUD dr Mohamad Saleh untuk menjalani perawatan. Tak hanya pelaku, Endang dan  Tendo yang juga mengalami luka, dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Endang sendiri dibawa ke ruang maternal untuk ditangani secara serius. Mengingat, perempuan yang sedang hamil enam bulan ini, mengalami luka tembak di dada kiri dan di kepalanya, akibat dipukul menggunakan gagang  senjata airgun.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal juga mendatangi rumah  sakit untuk mengetahui kondisi pelaku dan korban. Ia mengatakan,  aksi pelaku di siang bolong dan  di tempat yang ramai itu, terbilang sadis. Sebab, pelaku sempat  menganiaya korban.

“Pistol airgun, bukan softgun. Airgun itu pelurunya bundar terbuat dari tembaga. Kalau softgun, pelurunya dari plastik,”  katanya. Beruntung, peluru yang  ditembakkan pelaku tidak sampai tembus. Mengingat, kondisi  korban gemuk karena sedang  hamil enam bulan.  

Atas aksi koboinya tersebut,  pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12  pen jara. Alfian–sapaan akrabnya– belum memastikan apakah pelaku beraksi seorang diri atau  dengan temannya. “Masih kami  selidiki. Dan, kasus sadis ini kita akan kembangkan,” terangnya.  (radar)