Browse By

Remisi 138 Napi Belum Jelas

Termasuk 2 Koruptor dan Seorang Teroris

MAYANGAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Kota Probolinggo mengajukan 286 narapidana (napi) untuk mendapatkan remisi khusus (RK)  keagamaan dalam rangka hari Raya Idul  Fitri 1438 Hijriah. Namun, sejauh ini baru  148 napi yang dipastikan mendapatkan  pengurangan masa hukuman.

Sedangkan, 138 napi belum jelas. Dari 138 napi yang nasibnya masih menggantung itu, 43 napi di antaranya termasuk dua napi koruptor dan seorang teroris. Selebihnya, merupakan napi yang terjerat kasus narkotika dengan masa hukuman di atas 5 tahun.

Loading...

Sedangkan, 148 napi surat keputusan (SK) remisinya sudah turun sejak 24 Juni lalu. Dari jumlah itu, ada 4 napi yang mendapatkan remisi dan langsung bisa pulang karena bebas. “Setelah dikroscek ulang untuk RK II (napi yang mendapatkan remisi dan  langsung bebas) yang awalnya 5 napi, ternyata  hanya 4 napi. Sedang yang satunya masuk RK I (pengurangan masa hukuman dan belum bebas) dan SK-nya sudah turun,” ujar Kasubsi Registrasi dan Bimmas di Lapas  Klas IIB Probolinggo Novan.

Novan mengatakan, dari 138 napi yang masih menunggu nasib itu, 43 napi diantaranya termasuk napi khusus. Sebab, mereka telibat kasus tindak pidana korupsi, terorisme, dan narkotika. “Hingga saat ini (kemarin, 29/6) SK-nya belum turun. Biasanya turunnya memang sedikit terlambat dibandingkan dengan RK I  dan II,” ujarnya. 

Novan juga mengaku belum bisa  memastikan kapan SK remisi untuk 138  napi itu akan turun. Pihaknya juga berharap, SK itu segera turun sehingga segera ada kepastian. “Untuk pengajuanya,  yang terpenting minimal sudah menjalani hukuman selama 6 bulan dan berkelakukan baik. Jika itu sudah terpenuhi, maka akan kami ajukan. Karena remisi itu hak setiap warga binaan,” ujarnya. (radar)