Browse By

Hujan, Banyak Petani Harus Tanam Ulang

KRAKSAAN – Dampak hujan deras selama dua pekan terakhir, ternyata sangat terasa bagi sejumlah petani tembakau di Kabupaten  Probolinggo. Mereka harus menanggung rugi karena tanaman tembakaunya banyak yang mati.

Karenanya, mereka yang telah menanam pada Mei kemarin, terpaksa harus menanam ulang. Ketua Asosiasi Petani Tembakau  Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo Mudzakir mengatakan,  para petani tembakau yang sudah  menanam tembakau di awal  musim, terpaksa  arus menanam  ulang. Sebab, tembakau yang sudah  ditanam dan berusia sekitar dua  minggu itu, rusak akibat kena  hujan.

“Hujan kema rin dapat   merusak tembakau yang sudah  ditanam bulan kemarin. Jadi,  petani harus tanam ulang,” ujarnya.  Sedangkan, petani yang baru  saja menanam di bulan ini, menurut Mudzakir, tembakau yang   baru berusia satu sampai dua pekan terkena hujan tidak masalah.

Malah saat awal tanam  terkena hujan akan membuat  tembakau makin bagus. Tapi, bila tanaman sudah berumur sekitar sebulan dan terkena hujan  terus menerus tidak bagus.  “Sebenarnya banyak petani yang menunda masa tanam  tembakau. Tapi, ada juga yang  sudah menanam tembakau sejak Mei kemarin, meski tidak banyak.  Jadi, yang tanam ulang tembakaunya juga tidak terlalu banyak,”  ujarnya.

Loading...

Mudzakir menjelaskan, biaya  yang dikeluarkan awal tanam   tembakau memang tidak terlalu besar. Setiap satu hektare lahan tembakau biaya awal tanam  sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Biaya itu sudah termasuk ongkos awal menanam tembakau.  “Bagi petani uang Rp 1 juta itu  sangat besar. Jadi, petani tetap  rugi,” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • tembakau sumberkare probolinggo