Browse By

Dua Bulan, Identitas Korban Belum Terungkap

Penyelidikan Jalan di Tempat

PURWODADI – Sudah hampir 2 bulan, penemuan mayat gosong di hutan pinus Dusun Sidodadi, Desa Dawuhan Sengon, Kecamatan Purwodadi. Namun, sejauh ini kasus pembunuhan itu tak kunjung terungkap. Alih-alih menangkap pelakunya. Sampai saat ini, polisi sendiri masih kesulitan untuk mengetahui  identitas korban. Padahal, polisi   telah melakukan otopsi dan pengambilan sampel DNA dari tulang korban.

“Kasusnya terus kami tangani.  Tapi, penyelidikannya sejauh  ini masih buntu. Kuncinya ada pada identitas korban. Kalau  identitasnya terungkap, bisa jadi  jalan untuk penyelidikan,” ujar Kapolsek Purwodadi AKP Slamet  Santoso.

Loading...

Yang jelas, dari hasil otopsi dan  forensik, diketahui mayat gosong itu adalah korban pembunuhan.  Korban dihabisi dulu dengan benda tumpul di kepala, lalu dibakar. Pemeriksaan saksi pun disebutkan Joko Santoso, baru sebatas saksi yang mengetahui penemuan mayat. Sementara saksi kunci yang mengetahui pembunuhan, tidak ada.

“Kondisi jasad korban saat ditemukan sudah dalam keadaan  rusak. Saat dicek dengan alat sidik jari dan iris mata korban, tidak bisa. Sebaliknya, belum ada orang  melapor ke Mapolsek (Purwodadi)   soal kehilangan anggota keluarganya,” jelas Joko.

Diketahui, Senin (1/5) lalu warga Dusun Sidodadi, Desa Dawuhan Sengon, Purwodadi, digegerkan dengan penemuan mayat  gosong. Mayat itu diketahui korban pembunuhan.  Kasus pembunuhan dengan  disertai pembakaran pada mayat korban sendiri bukan kali ini terjadi di Kabupaten Pasuruan.

Pada 19 November lalu kasus serupa  juga terjadi di Dusun Wilo, Desa Katanireng, Kecamatan Prigen. Saat itu, Suriono alias Wangkul, 46, warga Dusun Tegal Kidul, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, jadi korban pembunuhan yang mayatnya  dibakar. Sampai kini, kasus itu juga belum terungkap. (radar)

Incoming search terms:

  • curanmor pandaan
  • kasus kades desa capang purwodadi