Browse By

Daily Archives: 28 June 2017

BMKG: Gelombang Normal Sepekan ke Depan

MAYANGAN – Selama sepekan mendatang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Surabaya memastikan, kondisi  gelombang di perairan Kota Probolinggo aman. Kapal penyeberangan pun diminta tidak khawatir.

Eko Yuliadi, kepala Keselamatan  Berlayar dan Penjagaan Patroli di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Probolinggo menyebut, ketinggian ombak mencapai 1,25 meter-2,5  meter, selama sepekan ke depan. Baca Selengkapnya

Dua Bulan, Identitas Korban Belum Terungkap

Penyelidikan Jalan di Tempat

PURWODADI – Sudah hampir 2 bulan, penemuan mayat gosong di hutan pinus Dusun Sidodadi, Desa Dawuhan Sengon, Kecamatan Purwodadi. Namun, sejauh ini kasus pembunuhan itu tak kunjung terungkap. Alih-alih menangkap pelakunya. Sampai saat ini, polisi sendiri masih kesulitan untuk mengetahui  identitas korban. Padahal, polisi   telah melakukan otopsi dan pengambilan sampel DNA dari tulang korban. Baca Selengkapnya

Hujan, Banyak Petani Harus Tanam Ulang

KRAKSAAN – Dampak hujan deras selama dua pekan terakhir, ternyata sangat terasa bagi sejumlah petani tembakau di Kabupaten  Probolinggo. Mereka harus menanggung rugi karena tanaman tembakaunya banyak yang mati.

Karenanya, mereka yang telah menanam pada Mei kemarin, terpaksa harus menanam ulang. Ketua Asosiasi Petani Tembakau  Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo Mudzakir mengatakan,  para petani tembakau yang sudah  menanam tembakau di awal  musim, terpaksa  arus menanam  ulang. Sebab, tembakau yang sudah  ditanam dan berusia sekitar dua  minggu itu, rusak akibat kena  hujan. Baca Selengkapnya

Nilai UN Jadi Acuan

Anggap Kesulitan UNBK dan UNKP Sama

PANGGUNGREJO – Setelah sekolah jenjang pendidikan menengah seperti SMA dan SMK diambil alih oleh Pemprov Jawa Timur, aturan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pun langsung terpusat di provinsi. Namun, hal itu kembali berubah, ketika  pemerintah pusat mengeluarkan Permendikbud Nomor 17/2017 tentang PPDB. Baca Selengkapnya

Biaya Pengelolaan Limbah Capai Miliaran

RSUD Bangil Rencana Kelola Sendiri

BANGIL – Pengelolaan limbah RSUD Bangil ternyata menelan biaya tak murah. Hampir setiap tahun, manajemen RSUD Bangil harus  mengeluarkan dana ekstra untuk “membuang”  limbah yang dihasilkan. Tahun lalu misalnya,  sampai Rp 1,2 miliar.  Anggaran ini lebih besar ketimbang dana yang dialokasikan melalui APBD 2016  Kabupaten Pasuruan. Baca Selengkapnya