Browse By

Pasang 65 Paku Bumi Penyangga Jembatan

DRINGU – Pengerjaan pembangunan Jembatan Wonolangan, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, dihentikan sementara selama arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Pengerjaan proyek senilai Rp 16 miliar  ini dihentikan karena dikhawatirkan  menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional wilayah Probolinggo-Situbondo David Mulyanto mengatakan, sesuai aturan, pengerjaan pembangunan  proyek jalur pantura, selama arus mudik dan balik harus dihentikan. Meski pengerjaan proyek itu tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Dihentikan untuk sementara, mulai H-7 sampai H+7 Hari Raya Idul Fitri. Nanti akan kembali aktif  dikerjakan paling tidak 7 hari setelah Lebaran,” ujarnya.  Pembangunan Jembatan Wonolangan ini dimulai sejak sekitar sebulan lalu.

Loading...

Para pekerja memulainya dengan  mengebor sekitar jembatan untuk memasang 65 paku bumi sebagai penyangga  jembatan. Pengeboran ini dilakukan  di sisi timur dan sisi barat jembatan. David mengatakan, sejauh ini pembangunan jembatan ini masih terus  melakukan pengeboran untuk memasang paku bumi.

Puluhan paku bumi yang  masing-masing sepanjang sekitar 12 meter itu, akan dipasang sampai pada  titik tanah bagian keras.  Menurutnya, semakin dalam paku  bumi ditanam, maka kekuatan jembatan semakin bagus. Sehingga, saat terkena  goncangan tidak akan berpengaruh.

“Jumlah titik bore pile Jembatan Wonolangan itu berdiameter 600 milimeter  ada 56 paku bumi. Sedangkan, yang berdiameter 800 milimeter berjumlah  9 paku bumi,” ujarnya.  David mengatakan, usai Lebaran pengerjaan jembatan ini masih akan  dilanjutkan dengan pengeboran dan pemasangan paku bumi.

Setelah itu, baru  memasuki tahap pembangunan fondasi  penyangga jembatan. Menu rut nya, proses pengerjaan pembangunan jembatan  dengan anggaran sekitar Rp 16 miliar ini  masih panjang. “Ini, masih baru proses tahap awal,” ujarnya. (radar)