Browse By

PSK Terinfeksi HIV Meningkat

Temuan PSK Terinfeksi HIV di Kabupaten Pasuruan

BANGIL – Peredaran HIV/AIDS di Kabupaten Pasuruan bak bom waktu. Sebab, kian banyak ditemukan pekerja seks komersial (PSK)  yang mangkal di kawasan  setempat, terinfeksi HIV.  Ironisnya, para PSK itu tetap mangkal di bulan  suci Ramadan.

Terbaru,  Rabu malam lalu (21/6), petugas gabungan berhasil mengamankan 10 PSK dari dua lokasi.  Yakni, kawasan Tangkis, Gempol (pinggir kali Porong) dan kawasan Prigen. Tak hanya  itu, petugas penegak perda juga sempat  mengamankan belasan orang yang kedapatan karaoke.

Tapi, yang diamankan dari  tempat karaoke akhirnya diperbolehkan pulang usai didata dan diminta membuat surat pernyataan tak akan mengulangi lagi  perbuatannya. Sementara dari 10 PSK yang terjaring razia,  langsung dilakukan tes kesehatan. Hasilnya,  3 di antara penjaja cinta itu diketahui terinfeksi HIV/AIDS.

Dari pantauan Jawa Pos Radar  Bromo, operasi itu digelar sekitar 3 jam. Dimulai sekitar pukul  21.00 dan berakhir pukul 24.00.  Razia itu melibatkan 22 personel. Selain petugas Satpol PP, razia  itu juga melibatkan instansi kepolisian, BNNK, serta TNI.

Loading...

“Sasarannya, PSK dan miras di wilayah Tangkis, Gempol dan Prigen,” jelas Yudha. Di wilayah Tangkis, Gempol, petugas mendapati lima perempuan yang diduga PSK. Mereka tengah berada di kawasan tenda- tenda kecil yang didirikan di atas  tangkis yang berbatasan langsung dengan kali porong itu.

Para penjaja cinta itu langsung diamankan ke truk Pol PP. Usai  mendapati 10 PSK di kawasan  Tangkis, Gempol, petugas bergeser ke kawasan Prigen.  Usai menelusuri sejumlah  vila, petugas berhasil mengamankan 5 PSK.

Mereka kemudian digelandang ke Mako Pol  PP untuk didata dan dimintai  keterangannya.  Mereka juga harus menjalani  tes kesehatan. Satu per satu PSK  itu pun diperiksa. “Dari hasil  pemeriksaan kesehatan, tiga di  antaranya mengidap HIV/AIDS,”  terang Yudha.  

Rencananya, kata Yudha, mereka yang terjaring razia itu, akan langsung diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan. “Nantinya, mereka akan diberikan pembinaan oleh pihak terkait. Sementara untuk yang  terjangkit HIV/AIDS, nantinya pihak Dinsos yang akan berkoordinasi dengan KPA,” tandasnya.  

Diakui Yudha, praktik prostitusi di kabupaten tak memandang  bulan. Buktinya, meski saat Ramadan, mereka tak berhenti melakukan aktivitasnya. Karenanya, operasi serupa akan digencarkan ke depannya.  Hal itu disebutkannya sesuai amanat Perda Nomor 3 Tahun  2017 tentang Penanggulangan  Pelacuran.

“Mereka yang terjaring, akan disidangkan tipiring (tindak pidana ringan),” tuturnya. Dari catatan Jawa Pos Radar Bromo, temuan PSK yang terinfeksi HIV/AIDS bukan kali ini  saja terjadi. Hampir tiap bulan sejak Maret lalu, selalu ditemukan kasus PSK terinfeksi HIV.

Data yang dirilis Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pasuruan menyebutkan, PSK  merupakan terbesar kedua penderita HIV di kabupaten dengan  12 persen dari total penderita  HIV di kabupaten. Sementara tertinggi, ibu rumah tangga mencapai 19 persen. Data itu merupakan akumulasi  mulai 1993 sampai 2016. Dalam  kurun waktu itu, ditemukan 1.212 kasus. (radar)