Browse By

Instruksikan Tembak Penjahat Jalanan

Sejumlah timsus antibandit Polres Probolinggo siap bertugas mengamankan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah

Waspadai 9 Titik Rawan Kriminal

KRAKSAAN – Pengamanan  selama arus mudik dan arus balik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, menjadi perhatian  serius pihak kepolisian. Bahkan,  Polres Probolinggo menginstruksikan pada tim khusus anti  bandit menembak langsung setiap  pelaku kejahatan jalanan.

Kapolres Probolinggo AKBP  Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim antibandit dalam menghadapi Lebaran. Para penembak jitu  itu juga dilibatkan dalam pengamanan arus mudik dan balik.

Arman mengatakan, angka tindak kejahatan di wilayah  hukumnya masih tergolong tinggi. Apalagi, saat arus mudik dan  balik, arus lalu lintas di jalur  pantura akan meningkat. Sehingga, juga dapat mengundang tindak kejahatan di jalanan. Karenanya, pihaknya menyiapkan sniper di titik-titik tertentu.

Loading...

“Saya tidak ingin memberikan toleransi pada para pelaku kejahatan jalanan. Saya instruksikan untuk tembak di tempat pelaku kejahatan  jalanan,” ujar perwira dengan dua  melati di pundaknya itu. Disinggung soal senjata yang  akan digunakan tim antibandit, Arman mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan senjata laras  panjang tipe SS1-V2.

“Mereka  nanti dikoordinir langsung dari Reskrim, Buser, dan Intel. Pengamanan dikhususkan di titik di rawan jalur pantura. Ada juga  yang bersifat mobile, sesuai target operasi,” ujarnya.  Menurut Arman, di wilayahnya  ada 9 titik rawan berbagai tindak pidana kejahatan.

Di antaranya, empat jalur rawan pencurian  dengan kekerasan. Meliputi, dari  jalan Kecamatan Gading, jalan Desa Ronggojalu, Kecamatan  Leces sampai jalan Desa Tamansari, Kecamatan Dringu. Serta, jalan Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces dan Desa Pandan  Sentul, Kecamatan Lumbang.

Sedangkan, daerah rawan pencurian hewan berada di Desa  Kedawung dan Desa Menyono  Kuripan; Desa Bantaran, Legundi,  dan Kramat Agung, Kecamatan Bantaran; dan sejumlah desa di  Kecamatan Tiris. Sedangkan, wilayah Kecamatan Kraksaan masuk  wilayah rawan pencurian kendaraan  bermotor dan pelemparan bus.

Terakhir, daerah rawan pecah kaca  di Kecamatan Pai ton.  Nah, untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan jalanan inilah  pihaknya menurunkan tim  antibandit. Arman mengatakan,  peran atau tugas tim sus itu lebih  fokus pada antisipasi terjadi  kejahatan 3C (curas, curanmor,  curat).  Karenanya, personel tim sus harus mobile.

“Setiap satuan kan ada dua personel ditambah sniper. Jadi, tim sus itu sudah harus tahu tugas masing-masing,” ujarnya. (radar)