Browse By

Hakim Siap Bacakan Tuntutan di Rutan

Dimas Kanjeng (rompi merah) usai menjalani persidangan di PN Kraksaan, beberapa waktu lalu.

Empat Kali Dimas Kanjeng Absen Sidang

KRAKSAAN – Kali kempat Jaksa Penuntut Umum (JPU) gagal membacakan tuntutan hukuman terhadap terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi  dalam persidangan di Pengadilan  Negeri (PN) Kraksaan. Kemarin,
terdakwa kasus pembunuhan terhadap Abdul Gani, itu kembali tak  hadir karena sakit.

Ketidakhadiran terdakwa ini membuat majelis hakim yang diketuai Basuki Wiyono, itu memutuskan sidang kembali ditunda, Senin (3/7). Alasannya, pembacaan tuntutan tidak bisa dilakukan saat terdakwa tidak hadir dalam persidangan.

“Kami berikan kesempatan pada terdakwa untuk hadir dalam persidangan seusai Lebaran, Senin 3 Juli,” ujarnya,  kemarin.  Namun, jika Senin (3/7), terdakwa  kembali tidak hadir dengan alasan sakit, majelis hakim bersama JPU dan penasihat hukum terdakwa akan langsung meluncur ke Rumah  Tahanan Rutan Klas I Surabaya.

Loading...

Basuki mengatakan, pihaknya akan menggelar sidang di Rutan dan akan meminta JPU membacakan tuntutannya di Rutan.  Menurutnya, tuntutan terhadap Dimas Kanjeng itu harus dibacakan dan tidak  bisa ditunda lagi. Sebab, dalam sebulan sudah empat kali terdakwa tidak  hadir dalam persidangan.

“Jika Senin, 3 Juli, terdakwa tidak hadir lagi dengan alasan sakit, kami akan  langsung menuju  Rutan Surabaya dan  tuntutannya akan dibacakan di Rutan,” ujarnya.  Terpisah, Wakil Kajati Jatim Rudi  Prabowo Aji mengatakan, pihaknya menerima putusan majelis hakim untuk menunda kembali  persidangan. Meski pihaknya sudah  siap membacakan tuntutannya.

“Kami tidak mengetahui kondisi  pasti terdakwa. Kami hanya  mengacu pada surat ke terangan dokter dari Rutan Surabaya yang  dikirim ke kami,” ujarnya. Sedangkan, penasihat hukum terdakwa, Muhammad Soleh mengaku bersyukur majelis hakim  tidak jadi memaksa JPU membacakan tuntutannya dalam persidangan yang tidak dihadiri terdakwa. Sebab, membacakan tuntutan tanpa terdakwa melanggar KUHAP.

“Bagaimanapun sakitnya terdakwa di buktikan dengan adanya surat keterangan dari  dokter harus di hormati. Sidang tidak bisa dilangsungkan dalam kon disi terdakwa tidak bisa hadir karena sakit,” ujarnya. Sejatinya, sidang ber agenda pembacaan tuntutan ini kali pertama  diagendakan Selasa (6/6).

Tapi, saat itu terdakwa tak hadir karena sakit. Sehingga, sidang ditunda Selasa (13/6) lalu. Tapi, persidangan kebali ditunda Selasa (20/6) karena terdakwa masih sakit. Ternyata, hari itu terdakwa juga belum bisa hadir karena sakit. Mendapati itu, majelis hakim kembali mengagendakan dibacakan kemarin.  Namun, Dimas Kanjeng masih  belum sembuh, sehingga tak bisa  hadir untuk dituntut. (radar)

Incoming search terms:

  • down load hakim bacakan dimas kanjeng