Browse By

Ratusan Pelari Meriahkan Retro Run for Charity

PRIGEN – Gelaran event Retro Run for Charity yang digagas Jawa Pos Radar Bromo kemarin (14/5), berjalan sukses. Ratusan pelari dari 25 daerah se-Indonesia itu, antusias mengikuti lari yang mengambil start dan finish, di areal parkir Water  Park Taman Dayu, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan tersebut.

Event yang pertama kali digelar  itu, juga mendapat sambutan hangat dari Bupati Pasuruan  HM Irsyad Yusuf. “Event ini perlu  diagendakan rutin setiap tahun. Ini juga menjadi bagian dari promosi wisata kabupaten. Dengan  kegiatan ini, maka semua pihak tahu, bahwa di sini banyak spot untuk event lomba lari,” jelasnya.

Ratusan peserta dari daerah Pasuruan, Surabaya, Malang, Bandung, Jogjakarta, Jakarta, Lampung, Bontang, Larantuka,  dan lainnya, mulai berkumpul sekitar pukul 06.00. Tak hanya  per orangan, sebagian juga berasal  dari komunitas lari.

Loading...

Di antaranya, Pasuruan Runners, Bromo Runners, Kuliner Run, Indonesia  Runner, dan Delta Runner. Total, ada 15 komunitas pehobi lari yang ikut ambil bagian dalam  kegiatan tersebut.  Tepat pukul 07.00 pagi, seluruh peserta yang berjumlah sekitar  600 orang itu, dilepas oleh Bupati  Pasuruan H.M. Irsyad Yusuf, yang didampingi Kapolres Pasuruan  AKBP M. Aldian, Camat Pandaan  Suwito Adi, dan Camat Prigen Mudjiono.

Peserta yang mengambil kategori 10K diberangkatkan terlebih dahulu, baru 5 K di berangkatkan 10 menit kemudian.  Begitu dilepas, seluruh peserta  langsung tancap gas untuk melahap jatah rute sesuai kategori masing-masing. Untuk kategori  10K, rute melintasi jalan beraspal  di kompleks hunian dan golf Taman Dayu.

Tak hanya itu, rute  juga melintasi jalan desa di dua kecamatan sekaligus. Yakni, Desa Ketan Ireng, Kecamatan Prigen,  serta Desa Durensewu dan Karangjati, Kecamatan Pandaan. Karakter medan semi trail run,  peserta harus mengandalkan  endurance lebih.

Lokasi tersebut   cocok untuk speed vertical run. Dari titik start hingga pertengahan,  medannya menurun. Sementara  5 kilometer sisanya, ruten menanjak. Namun, rute yang berat  itu malah membuat peserta semakin tertantang. “Rute dan medannya bagus,  pas untuk event lari. Udaranya  sejuk dengan panorama menawan. Mulai perbukitan, pegunungan, persawahan, sampai  sungai. Pokoknya lengkap. Saya  cukup tersiksa juga, dan lumayan ngos-ngosan,” kata Ervita Jamal,  peserta 10K asal Lampung yang  berpofesi sebagai dokter.

Seorang peserta 10K, sempat  ping san di tengah perjalan. Saat  itu juga, panitia langsung meng- eva kuasi dengan mobil ambulan milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan. Sedangkan untuk 5K sendiri, rute hanya menempuh jalan di komplek dan golf Taman Dayu saja. Namun, sepanjang perjalaan, medannya juga tak mudah.

“Ikut 5K event ini, sama capeknya seperti ikut 10K. Jaraknya memang pendek, tapi medannya  malah lebih ekstrim,” ungkap  Pramono, dari komunitas Kuliner  Run, Surabaya. Uniknya, dalam lari yang juga  menjadi ajang amal bagi penderita  kanker tersebut, seluruh peserta wajib berlari mundur sekitar 50  meter sebelum finish.

Setibanya  di garis finish, peserta langsung dapat medali sesuai dengan kategori masing-masing. Sambil beristirahat, mereka menunggu pengundian sejumlah hadiah menarik yang disediakan panitia.  Di sela-sela pengundian berlangsung, semua peserta menjadi saksi penyerahan donasi dari Jawa Pos  Radar Bromo ke Yayasan Kanker  Indonesia.

General Manager (GM)  Jawa Pos Radar Bro mo, HA Suyuti  menyerahkan lang sung donasi  tersebut pada Garjati Heru Tjahjono,  sekretaris YKI Jatim.  “Lega rasanya di event lari pertama kali ini, semuanya berjalan  lancar. Tahun depan kami bakal menggelarnya lagi. Tentunya,  dengan rute yang tak kalah serunya dengan tahun ini,” beber  Moch As’ad, ketua program yang  juga kepala Biro Pandaan Jawa Pos Radar Bromo. (radar)

Incoming search terms:

  • bokep paman ngentot sama keponakan
  • bokep sama Suwito
  • Download bokep paman ngentot sama keponakan