Browse By

Hantam Pohon, 2 Pemuda Tewas di Probolinggo

KANIGARAN – Aksi kebut-kebutan pengendara motor kembali makan korban. Setelah sebelumnya dua pelajar asal Kota Pasuruan tewas menabrak pohon, hal serupa juga terjadi di Kota Probolinggo. Dua pemuda yang tengah konvoi kemarin (13/5), tewas setelah menghantam pohon di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan/Kecamatan  Kanigaran.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa tersebut terjadi dini hari sekitar  pukul 00.30. Sejumlah motor saat itu berkonvoi mulai dari bundaran Gladak Serang. Konvoi  kemudian dilanjutkan ke Jalan Slamet Riyadi.

Termasuk dalam konvoi itu,  korban Ahmad Saifudin, 17, warga Dusun Krajan, RT 4/RW 1, Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan  Wonomerto, Kabupaten Probolinggo yang membonceng Indi Fauzan, 16, warga Dusun Randu Limo, RT 2/RW 1, Desa Randu  Putih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Loading...

Salah satu sumber koran ini mengatakan, saat itu ia melajukan mobilnya dari arah Gladak Serang ke Slamet Riyadi. Dari belakang,  muncul sekumpulan pengendara motor yang melaju dengan kecepatan tinggi. Lantaran mendengar suara motor yang meraung-raung, sumber koran ini berusaha menepi.

Saat itu, salah satu dari peserta  konvoi yang diperkirakan berjumlah 15 orang itu, tiba-tiba oleng dan menabrak pohon. Baik korban  maupun motor Yamaha Vixion warna merah dengan no pol N 6542 NW itu, langsung nyungsep di  lokasi. Diduga, pengendara motor  tersebut dalam kondisi mabuk.

“Saya kurang tahu pada waktu itu meninggal apa tidak. Tapi  yang saya lihat mereka sudah lemas. Saya tidak berani mendekat,” terangnya.  Menurut saksi lainnya, saat itu korban masih hidup.  Namun, warga enggan mendekat karena teman-temannya melarang.

“Sepertinya  mereka mabuk semuanya.  Makanya tidak ada yang berani mendekat,”  ungkap saksi yang juga warga sekitar  lokasi tersebut. Korban baru  dilarikan ke rumah sakit, ketika teman-temannya sepakat mengevakusinya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres  Probolinggo Kota, AKP Alpo Gohan mengatakan, kendaraan tersebut oleng karena kurang konsentrasi. Namun, Gohan enggan berspekulasi apakah korban dalam kondisi mabuk atau tidak. “Kalau soal itu, dokter  yang menilai,” katanya.

Akibatnya kejadian itu, Indi Fauzan mengeluarkan darah dari  kedua telinganya. Bagian tulang dada sebelah kanan juga patah.  Sedangkan Ahmad Saifudin, menderita pecah tulang kepala  dan patah tulang dada sebelah  kanan. Tulang kaki dan pergelangan tangan sebelah kanan  juga patah. (radar)