Browse By

DPO Pemerkosa Ditangkap di Kalteng

MAYANGAN – Sirat, 45, warga Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, akhirnya berhasil dibekuk jajaran Satreskrim  Polres probolinggo Kota. Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pemerkosaan pada Pt, 12,  salah satu siswi SMP di kecamatan setempat itu diamankan polisi di Desa Rimba Jaya, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten  Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Sirat yang melarikan diri usai  kejadian itu, tertangkap pada Selasa (9/5) lalu sekitar pukul 17.00. Sirat baru sampai di Polres Probolinggo Kota, Kamis (11/5) malam. Kepada sejumlah wartawan, Sirat berdalih khilaf. “Saya khilaf Pak,” katanya saat ditunjukkan polisi dalam pers rilis,  kemarin (14/5).

Kakek satu cucu ini  mengaku,  melarikan diri pasca kejadian sekitar pukul 19.00. Ia mengaku berjalan menyusuri perkebunan menuju arah Gunung Tengu,  Lumajang. Setelah sampai disana, tersangka naik angkot (bison) menuju terminal Wonorejo Lumajang.

Loading...

Setelah itu, Sirat mengaku naik  bus menuju Kepanjen, Kabupaten Malang. Saat berada di Malang,  Sirat mengaku berencana hendak bunuh diri. Sayangnya hal itu gagal dilakukan. Ia lantas melanjutkan pejalanan ke Pacitan.

Di  Pacitan, Sirat sempat bekerja sebagai tukang angkut ikan selama dua hari.  Setelah memiliki uang, Sirat menggunakan bus menuju Tanjung Priok, Jakarta. “Saya berniat  untuk ke Kalimantan, namun  ternyata kapal laut yang ke Kalimantan disana tidak ada. Adanya di Surabaya. Akhirnya, saya naik  bus menuju Pelabuhan Tanjung  Perak,” ungkapnya.

Dari Tanjung Perak, tujuan pelarian selanjutnya adalah Banjarmasin. “Saya ke Pangkalanbun juga. Saya sempat melihat kunjungan bapak Presiden (Jokowi, Red),” terangnya. Ia kemudian di tangkap, setelah dilaporkan salah seorang sekuriti ke polisi.

Sekuriti  tersebut, curiga karena Sirat orang  baru di lokasi tersebut. Kapolres Probolinggo Kota,  AKBP Alfian Nurrizal mengungkapkan, pelaku ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan. “Akibat perbuatanya, pelaku terancam pasal 76D juncto pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014   tentang Perlindungan Anak.

Dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun  penjara. Serta denda paling banyak 5 miliar,” terang AKBP Alfian Nurrizal. Diberitakan sebelumnya, Jumat  (28/4) lalu, Sirat berpura-pura menelepon Pt untuk mengambil  titipan uang dari pamannya.

Pt yang sudah kenal dengan Sirat, tidak menaruh curiga. Seorang diri, Pt kemudian berangkat ke  rumah pelaku yang berjarak   sekitar 400 meter. Ternyata, sebelum sampai di  rumahnya, Sirat sudah menunggu Pt di jalan desa. Saat itulah Pt  di dekap oleh Sirat dan diseret ke kebun tebu.

Saat diseret itu,  Pt mencoba melawan dan berteriak. Khawatir terdengar oleh warga, Sirat membawa Pt ke ladang tebu yang lokasinya lebih jauh dari  jalan desa. Sirat membawanya ke dekat rimbunan bambu-bambu. Disanalah, Sirat mengerjai  korban yang tak lagi bisa melawan.  Bejatnya lagi, puas menggagahi korban, pelaku meninggalkan bocah itu sendirian. (radar)

Incoming search terms:

  • penangkapan sirat polsek probolinggo