Browse By

Teruskan Asuransi, Harus Bayar Premi

BANGIL – Tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI tetap memberikan program asuransi untuk nelayan. Namun, bagi nelayan yang sudah mendapatkan asuransi tahun kemarin, tahun ini tidak boleh mendapat jatah.  Tapi, bisa meneruskan program asuransi dengan biaya mandiri.

Program asuransi nelayan  memang baru dimulai sejak  2016. Tujuannya, mencover kecelakaan kerja dan kematian, baik pengobatan akibat kecelakaan, cacat akibat kecelakaan, kematian alami, dan kematian kecelakaan. Apalagi,  nelayan termasuk profesi berisiko, sehingga dibutuhkan asuransi.

“Penting bagi nelayan memiliki asuransi nelayan. Pada  2016 lalu, sudah ada 6.086 nelayan Kabupaten Pasuruan  yang mendapatkan kuota asuransi nelayan dari (Pemerintah)  Pusat,” ujar Kepala Bidang Ke nelayanan Dinas Perikanan  Kabupaten Pasuruan, Alamsyah Supriadi. Bagi nelayan yang mendapatkan kuota tahun kemarin,  preminya masih ditanggung  KKP.

Loading...

Sehingga, nelayan yang terdaftar tidak di pungut biaya. Tapi, tahun ini nelayan yang  sudah mendapatkan asuransi tahun kemarin, tidak bisa lagi masuk kuota tahun ini. “Jadi,  tahun ini hanya nelayan yang  tahun kemarin belum dapat yang bisa dapat kuota dari  Pusat. Sedangkan, yang lama diharapkan bisa meneruskan program asuransi itu dengan  biaya mandiri,” jelasnya.

Alamsyah mengatakan,  karena tidak dibiayai Pemerintah Pusat, maka nelayan yang ingin meneruskan  hanya di kenai biaya Rp 175  ribu. Biaya itu untuk premi selama setahun. Menurutnya, ini di perlukan agar nelayan bisa mendapatkan  perlindungan, seperti kecelakaan kerja sampai kematian. (radar)