Browse By

Ngeri, Pria Ini Dibacok di Depan Anak-Istri

Pelaku Masih Sepupu Korban

WINONGAN – Ketenangan keluarga Adam Malik, 43, perangkat Desa Sruwi, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat  (12/5) lalu, mendadak mencekam.  Betapa tidak, ia didatangi Joni Iskandar, yang masih sepupunya  dengan menenteng parang. Joni kemudian membacok perutnya. Termasuk melukai Mutaqi, 38,  istrinya. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, malam sekitar pukul 20.05, Adam, Mutaqi, dan  Siti Amira, 3, tengah menonton televisi. Tiba-tiba, Joni datang dengan wajah penuh amarah.  Pelaku membuka pintu rumah  korban dengan keras.

Loading...

Tak hanya itu, kalimat ancaman keluar dari mulutnya.  Adam dan keluarganya yang  saat itu tengah selonjoran di depan layar televisi, terkejut bercampur  takut. “Setelah membuka pintu  keras-keras, bapak kan kaget dan tanya, ada apa. Tapi, Joni langsung  membacoknya sambil ngomong tak pateni koen (saya bunuh kamu, Red),” terang Mutaqi.

Tak lama, pelaku menyabetkan  bacokan pertamanya pada bagian kiri perut Adam. Mengetahui insiden berdarah itu, Siti Amirah  histeris. Bocah perempuan yang  masih balita itu lantas lari ke dapur. Sedangkan Mutaqi yang  hendak melerai pelaku, justru  ikut terkena bacokan pada bagian pipi kanannya, hingga menyebabkan salah satu gigi grahamnya,  copot.

Dihadapan Mutaqi itulah, pelaku membacok korban dengan  membabi buta. Tak kuasa melihat  sang suami bersimbah darah, Mutaqi kemudian  berteriak  meminta pertolongan warga  sekitar. Namun, tak satupun warga datang. Ia lantas keluar rumah, dan berlari hingga ujung gang yang berjarak 200 meter dari rumahnya.

Kepada warga yang ditemui, ia menceritakan kejadian tersebut.  Sejumlah warga kemudian mendatangi rumahnya. Saat itu, pelaku telah berada di halaman rumah. Pelaku masih melontarkan ancaman di hadapan warga.

Setelah itu, pelaku pulang ke  rumahnya.  Saat itu, Adam juga berusaha keluar rumah sembari memegangi
perutnya yang mengalami luka  bacok. Tak hanya itu, punggung,  kepala, dagu, dan tangannya pun, bersimbah darah. Korban oleh  warga kemudian dilarikan ke  Puskesmas Winongan.

Untuk mencegah darah keluar terlalu  banyak, perut korban dibebat  dengan kain sarung. Namun, karena lukanya terlalu parah, korban dilarikan ke RSUD  Bangil. Sekitar pukul 23.30, korban  kemudian dibawa ke RS Saiful   Anwar, Malang, karena butuh  operasi.

Petugas Polsek Winongan yang mendengar peristiwa ini, langsung memburu pelaku. Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Ada informasi yang menyebut pelaku menyerahkan diri. Kapolsek Winongan, AKP  Handoyo mengatakan, selain mengamankan pelaku, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti.

Diantaranya sebilah parang, sarung, dan celana pendek milik korban. Handoyo mengaku belum dapat memastikan motif pelaku, dalam tindak penganiayaan berat itu. Kapolsek  memastikan, jika antara korban  dan pelaku masih kerabat.

“Saat ini kami masih mendalami  apa motif dibalik kasus ini. Pelaku  kini diamankan di Mapolres Pasuruan, untuk menjaga kondusivitas warga,” katanya. Kuat diduga, aksi itu dilakukan pelaku karena dendam. Namun, belum diketahui dendam terkait persoalan apa. Yang pasti, pelaku  terancam Pasal 354 KUHP tentang Penganiayaan Berat, dengan  ancaman hukuman 8 tahun penjara. (radar)

Incoming search terms:

  • berita di desa sruwi
  • bokep didepan anak
  • bokep istri depan anak