Browse By

Ngebut, 2 Pelajar Tewas

Terpental setelah Hantam Pohon

LEKOK – Nasib tragis dialami dua siswa SMP Negeri 11 Kota Pasuruan. Siswa bernama Sultan Hasanuddin,  14 dan Qhizam, 13, itu meregang nyawa usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Gejukjati-PLTG, Desa  Gejukjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, kemarin (12/5).

Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Bromo, pagi kemarin siswa-siswi SMPN 11 tengah mengikuti jalan santai memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).  Setelah acara selesai, sejumlah siswa tidak langsung pulang ke  rumah sesuai arahan guru. Melainkan keluyuran ke pesisir Lekok untuk bermain.

Loading...

Tidak terkecuali Sultan, Qhizam,  dan Iqbal, 14. Dengan berboncengan tiga, mereka mengendarai Honda Scoopy nopol N 3948 X. Sultan sebagai pengemudinya. Selama perjalanan, mereka memacu kendaraannya  dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di lokasi kejadian, kondisi jalan yang menikung  ke arah kiri, membuat Sultan tak  kuasa mengendalikan laju kendaraannya. Kecepatan kendaraan yang sudah terlanjur kencang pun tak dapat ia kurangi. Upayanya mengurangi kecepatan laju  motor secara mendadak, justru membuat kendaraan yang di tumpanginya terpeleset.

Kecelakaan pun tak terhindarkan, usai motor menabrak sebuah pohon yang berada tepat di sisi kanan tikungan jalan tersebut. Ketiga korban terpental.  Bahkan, ketiganya nyaris terperosok ke dasar jurang yang terletak di kawasan itu.

Kedua korban yang tak mengenakan helm, mengalami benturan benda keras saat terjatuh. Tak ayal, keduanya tewas seketika itu juga. Sedangkan Iqbal, yang dibonceng pada posisi paling belakang, hanya mengalami luka ringan.

Peristiwa kecelakaan ini membuat warga sekitar kaget. Mereka kemudian melakukan upaya  pertolongan. Namun, karena korban tewas, warga memilih menunggu polisi. Tak lama, petugas Pos Lantas Ngopak mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban tewas.

Kedua korban itu kemudian  dibawa ke kamar mayat RSUD dr R Soedarsono, guna divisum.  Begitupun dengan Iqbal yang  sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Grati. Usai dilakukan pemeriksaan,  Sultan tewas akibat luka berat  pada bagian bibir, dagu, dan dadanya. Sedangkan Qhizam, mengalami luka parah di kepalanya. Akibat luka yang diderita itu, keduanya tak selamat.

Kasus itu saat ini tengah ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Pasuruan Kota. Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan Kota Ipda  Heri Purnomo mengatakan, pihaknya belum dapat mengatakan dengan pasti terkait dengan kronologi kecelakaan tersebut. Menurutnya, kecelakaan itu diduga kuat karena kelalaian pengendara dalam berlalu lintas.

“Karena minimnya saksi yang mengetahui persis bagaimana kejadian itu. Petugas juga menemukan sebuah helm di TKP, tapi masih belum dapat dipastikan siapa yang  menggunakan helm saat kecelakaan itu terjadi,” kata Heri.

Sementara itu, suasana kamar mayat RSUD dibanjiri tangisan keluarga, teman, dan guru korban. Jenazah kedua korban baru dipulangkan sekitar pukul 12.00. (radar)

Incoming search terms:

  • download vodio bokep siswa smp pecah perawan