Browse By

Amankan 19 PSK, Enam Idap HIV/AIDS

BANGIL – Penyebaran penyakit HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Pasuruan makin memprihatinkan. Hal itu seiring kian banyaknya  kasus pengidap HIV/AIDS di  kalangan PSK. Terbukti dari giat operasi yang digelar Satpol PP  Kabupaten Pasuruan.

Giat yang  di lakukan di tiga titik yang ada di wilayah Kabupaten P asuruan itu, menghasilkan tangkapan besar. Sebanyak 19 PSK berhasil  di jaring. Mirisnya, tidak semuanya dalam keadaan sehat. Sebanyak enam  PSK di antaranya mengidap HIV/  AIDS. Hal itu terdeteksi setelah  para PSK yang terjaring razia  itu, dites kesehatannya.  

Kasatpol PP Kabupaten Pa suruan Yudha Tri Widya Sasongko mengatakan, giat operasi pekat yang dengan sasaran PSK tersebut, dilakukan dalam penegakan Perda Nomor 10 Tahun 2001 tentang pemberantasan pelacuran di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Loading...

 “Di samping penegakan perda,  kegiatan ini kami lakukan untuk menghadapi bulan suci Ramadan,” ungkap Yudha saat ditemui di  Mako Pol PP Kabupaten Pasuruan,  kemarin (12/3). Operasi tersebut digelar Kamis (11/5) malam. Petugas mulai  melakukan operasi sekitar pukul 21.00 di wilayah Tangkis, Gempol.

Puluhan personel dikerahkan untuk kelancaran kegiatan operasi tersebut. Dari penyisiran di wilayah Tangkis Gempol, petugas mendapati sedikitnya 10 PSK yang sudah setengah tua. Tak puas dengan itu, penyisiran dilanjutkan  ke wilayah Jetak, Desa Karangjati,  Kecamatan Pandaan.

Hasilnya, enam PSK kembali terjaring. Para  PSK yang terjaring itu, kemudian  di giring ke Mako Pol PP yang ada di Raci. Operasi sendiri dihentikan sekitar pukul 23.00. Dan, dilanjutkan pagi kemarin di wilayah Grati.  Tak kurang ada tiga PSK yang  ditangkap di wilayah Grati.

“Total ada 19 PSK yang berhasil kami amankan,” sambung dia.  Ke-19 PSK itu kemudian didata  dan dites kesehatannya. Hasilnya, sungguh memprihatinkan. Karena  enam di antaranya mengidap  HIV/AIDS. “Kami akan berkoordinasi dengan KPA untuk penanganan bagi PSK yang mengidap  HIV/AIDS tersebut. Selain dites kesehatannya, mereka juga akan kami tipiring,” tambah mantan kepala BPBD Kabupaten Pasuruan ini. (radar)