Browse By

Larang Gudang Beli Tembakau Luar Daerah

KRAKSAAN – Masa tanam tembakau tahun ini di Kabupaten Probolinggo, akan dimulai pada 20 Mei nanti. Karenanya, berbagai persiapan telah di mulai. Baik oleh petani maupun pemerintah daerah. Menghadapi musim tembakau, Pemkab Probolinggo melarang seluruh  gudang tembakau di Kabupaten Probolinggo, membeli tembakau dari luar daerah.

Pernyataan itu, disampaikan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dalam Sosialisasi Perencanaan Areal Tanam Tembakau di Gedung Islamic Center Kraksaan, kemarin.  Bahkan, Tantri mewajibkan seluruh gudang tembakau di Kabupaten Probolinggo, memprioritaskan membeli tembakau yang dihasilkan para petani  dalam daerah. Tujuannya, untuk mengangkat kedaulatan para petani.

“Silakan berinvestasi, tapi manfaatnya juga harus dinikmati warga Kabupaten  Probolinggo. Bukan petani di daerah lain. Saya tegaskan, gudang tembakau di sini (Kabupaten Probolinggo) tidak  boleh mengambil tembakau dari luar   daerah,” ujarnya.

Loading...

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, rencana luas areal tanam tembakau  tahun ini sama dengan tahun kemarin.  Yakni, mencapai 10.774 hektare. Puluhan  ribu hektare rencana luas areal tanam tembakau itu tersebar di tujuh kecamatan.  Meliputi, Kecamatan Paiton, Kotaanyar,  Pakuniran, Besuk, Krejengan, Kraksaan,  dan Gading.

Dari luas areal tanam itu,  diharapkan dapat memproduksi tembakau sebanyak 12.929 ton. Terpisah, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo Mudzakkir meminta, masyarakat untuk lebih menyukai rokok kretek dibandingkan rokok mild. Tujuannya, meningkatkan pendapatan petani tembakau  di Kabupaten Probolinggo.

“Biasanya para perokok pemula kebanyakan rokoknya mild bukan kretek.  Padahal, rokok kretek adalah rokok  yang asli dari produksi tani tanah Indonesia. Jika mereka mau merokok kretek, maka pertanian tembakau akan  naik,” ujarnya.

Menurutnya, para petani di Kabupaten Probolinggo juga menginginkan adanya kenaikan harga tembakau. Selain kenaikan  harga, juga harus ada pembatasan impor tembakau oleh Pemerintah Pu sat. “Kebutuhan tembakau impor untuk Indonesia hanya  kisaran 40 ribu ton per tahun. Tapi, kenapa impor pemerintah mencapai 150 ton, itukan ada apa-apa,” ujarnya. (radar)