Browse By

Begal Merajalela, Satu Korban Tewas Dibacok

Polisi Duga Bukan Pelaku yang Sama

DRINGU – Aksi begal kembali menghantui warga Kota dan Kabupaten Probolinggo. Dalam semalam, terjadi dia  peristiwa pencurian dengan kekerasan di dua lokasi berbeda. Ironisnya, satu korban begal tewas karena luka bacok yang  diderita. Sementara korban lainnya, menderita luka akibat sabetan celurit pelaku.

Peristiwa yang terjadi Selasa  (9/5) malam itu, pertama kali menyasar pengendara motor yang  melintas di jalan Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten  Probolinggo. Saat itu, korban  Robby, 22, warga Desa Mranggon Lawang, Kecamatan Dringu, melintas sekitar pukul 20.30.

Loading...

Diketahui, korban hendak membeli pakan burung di Pasar Dringu. Robby bersama seorang temannya melaju dari arah selatan ke utara,  dengan menaiki motor Honda Scoopy yang belum diketahui  nopolnya. Korban tidak menyadari,  saat itu tengah dibuntuti 3 orang yang mengendarai satu motor.

Tiba-tiba, saat berada di Tempat  Kejadian Perkara (TKP), tanpa  basa basi pelaku langsung membacok Robby hingga terjatuh.  Pelaku langsung membentak korban dan meminta motornya.  Meski mengalami luka bacok di  bagian pundak, jari sebelah kanan, serta paha, korban masih bisa bangkit dan berusaha mengambil kunci motornya.

Korban yang tak ingin motornya berpindah tangan, langsung  melempar kunci motornya itu ke area persawahan di sekitar TKP. Rekan Roby yang panik,  tidak bisa berbuat apa-apa. Lantaran dua dari tiga pelaku, membawa senjata tajam berupa celurit.

Beruntung, tak lama setelah itu,  ada mobil dari arah selatan menuju utara. Sehingga, ketiga pelaku langsung melarikan diri ke  arah utara.  Hasanudin, 36, salah satu kerabat korban mengatakan, setelah dipepet pelaku langsung membacok korban. Namun, motor korban tak berhasil dibawa kabur pelaku.

“Pelaku ketika memepet,  langsung membacok,” terangnya.  Informasi begal ini kemudian sampai ke polisi. Petugas dari  Polsek Dringu, kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tak lama setelah kejadian itu,  aksi serupa juga terjadi sekitar di Jalan Prof. Hamka, Kota Probolinggo. Yang menjadi korban adalah Sugianto, 30, warga Dusun Campuran, Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Nahas, Sugianto tewas akibat luka bacokan di dada yang  menembus paru-parunya. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, malam itu korban hendak pulang sehabis  mengisi bensin di SPBU Kelurahan  Sumberwetan.

Saat itu, korban menggunakan motor Honda  Vario 125, warna putih. Sekitar  200 meter dari SPBU Sumberwetan, korban dipepet oleh 3 orang yang berboncengan menggunakan satu motor.  Setelah dipepet, korban langsung dibacok hingga terjatuh.

Setelah terjatuh, motor milik  korban langsung dibawa kabur. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu, langsung membawanya ke Puskesmas Wonoasih  untuk menjalani perawatan. Namun, malang tak dapat ditolak.  Sugianto tewas akibat luka bacok  yang mendarat di dadanya terlalu  dalam. Sehingga mengenai paru-  parunya.

Ada dugaan, pelaku di dua TKP itu merupakan orang yang sama.  Itu, terlihat dari modus yang digunakan. Satu motor digunakan 3 orang dan membawa sajam. Mereka juga langsung melukai  korbannya tanpa mengancam terlebih dahulu.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Harianto Rantesalu  mengaku belum memastikan  keterkaitan antara peristiwa pertama dan kedua. Bahkan, ia menduga pelakunya berbeda.  “Modus pelaku berbeda. Saat ini anggota masih mencari ciri- ciri pelaku,” terangnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres  Probolinggo Kota AKP Suwancono mengungkapkan, pihaknya juga  belum memastikan keterkaitan  dua aksi begal tersebut. Bahkan, Suwancono mengaku jika korban  tak tewas di TKP, melainkan di Pusksesmas Wonoasih.

“Korban sempat ditolong oleh warga dan dibawa ke Puskesmas Wonoasih yang dekat lokasi kejadian. Sayangnya tidak tertolong,” terangnya. Pihaknya kini tengah  memburu pelaku. (radar)