Browse By

Waspada Pneumonia Menyerang Balita

Tahun Lalu Renggut Lima Nyawa

BANGIL – Hati-hati bila balita mengalami batuk berdahak yang disertai dada sesak. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu gejala mengidap infeksi saluran pernapasan akut pneumonia. Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang  menyerang paru-paru dengan ditandai batuk serta sesak napas.

Kasus pneumonia sendiri  banyak ditemukan pada balita. Bahkan, menjadi  salah satu penyebab kematian pada balita. Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit  Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Aris Budipratikto menjelaskan, pneumonia merupakan salah satu penyakit berbahaya yang mengakibatkan kematian.

Loading...

Penyakit ini,  kebanyakan menyerang balita. Maklum, kekebalan  yang lemah, menjadi faktor mudahnya penyakit mematikan itu menyerang.  “Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pneumonia sendiri memang cukup banyak  ditemukan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Terutama, untuk balita usia 0-59 bulan,” kata  Aris saat ditemui di kantornya, kemarin.

Pihaknya mencatat, sepanjang 2016 lalu, terdapat temuan pneumonia hingga 4.168 kasus.  Ironisnya, lima kasus di antaranya berakhir dengan meregang nyawa. Dari catatannya, korban meninggal imbas pneumonia, berusia 0-6 hari sebanyak 2 kasus.

Sedangkan  kasus lainnya, menimpa usia 7-28 hari sebanyak satu kasus. Dan, dua kasus lainnya menimpa bayi  usia 99 hari hingga sebelas bulan. Untuk tahun ini, penderita pneumonia masih lumayan tinggi. Pada triwulan pertama (Januari-Maret) saja ditemui ada 698 kasus.  Untungnya, untuk tahun ini belum ada kasus pneumonia yang sampai berakibat meregang nyawa.

“Kasus korban meninggal lantaran penanganan yang telat. Sesak napas yang tak kunjung ditangani itulah, yang menyebabkan korban meninggal,” sambung  dia. Dikatakan Aris, pneumonia bisa dikenali dengan beberapa ciri. Selain batuk berdahak dan disertai sesak napas, juga disertai pula nafsu makan berkurang, mudah lelah, demam, nyeri  pada bagian dada, dan beberapa ciri lainnya.

Bila ditemukan kondisi seperti itu, pihaknya menyarankan  agar penderita segera dilarikan ke petugas kesehatan, puskesmas, ataupun rumah sakit. Harapannya, bisa mendapatkan penanganan, sehingga tercegah dari kondisi yang tak diharapkan. Penyakit pneumonia ini memang tergolong menular. Penularannya bisa melalui udara.

“Pencegahannya, selain imunisasi lengkap, juga pembersihan lingkungan sangat dianjurkan. Jauhkan bayi dari asap, debu, dan bahan-bahan lain yang mudah terhirup seperti rokok dan asap lainnya,” jelasnya. (radar)