Browse By

Tunjangan Satpol PP Tersendat

KRAKSAAN – Ratusan anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo dibuat cemas. Sebab, sudah lima bulan dana Tunjangan Resiko  Kerja (TRK) Satpol PP tidak cair.  Padahal, biasanya tunjangan ini cair saban awal bulan.  Selama ini, setiap anggota Satpol  PP mendapat TRK.

Sebelumnya, tunjangan ini selalu cair di setiap  awal bulan. Tapi, sejak awal tahun ini tunjangan sebesar Rp 350 ribu per bulan itu tak kunjung cair.  Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi membenarkan jika pencarian TRK  untuk Satpol PP sempat ter sendat. Tapi, kemarin sebagian anggaran TRK sudah dicairkan.

“Untuk TRK  sudah cair hari ini (kemarin), tapi  masih cair tiga bulan. Jadi, dua bulan sekarang masih proses,” katanya.  Menurutnya, pencairan TRK itu sempat terhambat karena ada perubahan struktur organisasi  Pemkab Probolinggo.

Loading...

Sehingga,  yang awalnya Kantor Satpol PP menjadi Dinas Satpol PP. Padahal, dalam pengajuan anggaran kegiatan dalam APBD 2017, masih tercantum Kantor Satpol PP.  Adanya perubahan ini, juga  membuat jumlah personel dan pejabat di Dinas Satpol PP juga  berubah dan bertambah.

“Anggaran kegiatan di APBD masih tercantum Kantor Satpol PP. Jadi, kami harus konsultasikan dulu  karena dipastikan anggaran yang  telah dialokasikan tidak cukup setahun jika dibagi sesuai sistem  tahun kemarin,” jelasnya.

Joko mengatakan, dalam APBD 2017 sudah dialokasikan TRK  Rp 1,4 miliar. Nilai TRK setiap  anggota juga naik dari Rp 350  ribu per bulan menjadi sekitar  Rp 425 ribu per bulan. Tapi, masih  melihat posisi dan jabatan setiap anggota Satpol PP.

Selain itu, jumlah personel Satpol  PP juga bertambah dari 283 personel  menjadi 313 personel penerima TRK. “Alhamdulillah untuk tiga bulan pertama sudah dicairkan. Total sekitar Rp 403 juta. Kami menentukan TRK melihat dari  kedisiplinan dan kinerja,” ujarnya.  (radar)