Browse By

Target Juni Tahun Depan Selesai

Percepat Penyelesaian Tol Pas-Pro

PROBOLINGGO – Upaya pembebasan lahan yang cepat membuat target realisasi penyelesaian tol Pasuruan-Probolinggo  (Paspro) dimajukan. Proyek yang di target selesai akhir tahun Desember 2018,  diperkirakan selesai pada Juni 2018.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Rini Soemarno, menteri BUMN saat datang berkunjung ke lokasi pembangunan  tol Pas-Pro di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, siang kemarin (8/5).  “Perkiraan selesainya tol ini bisa lebih cepat karena pembebasan lahan lebih  cepat dari yang ditetapkan. Jika target selesai akhir tahun 2018, Insya Allah saat Lebaran 2018 sudah bisa digunakan,”  ujar Rini.

Loading...

Melihat progres pembangunan tol Pas-Pro yang cepat, Rini tidak menampik untuk segera dilanjutkan dengan Tol Probolinggo-Banyuwangi. Namun, jika akan diteruskan menuju Banyuwangi,  maka perlu tambahan sepanjang  13 kilometer.

“Jika memang akan diteruskan ke Banyuwangi, maka dari titik tol ini perlu ada tambahan sepanjang 13 kilometer sampai Gending. Selain itu, juga ada  usulan untuk mengajukan pembangunan tol Probolinggo-Lumajang karena jalur ke sana itu macet,” tambahnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Dwi Pratikto, Direktur Utama PT Transjawa Paspro Jalan Tol.  Saat ini proses pembangunan fisik ada keterlambatan dibandingkan target yang ditetapkan  sebesar 0,386 persen.  “Namun, keterlambatan ini disebabkan karena faktor cuaca yang membuat penyelesaian  lebih lambat. Seperti diketahui  sejak awal tahun cuaca masih sering hujan,” ujarnya.

Selain itu juga ada desain ulang  terhadap jalan tol di Desa Wringin anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Desain ulang ini dilakukan untuk menghindari menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)  500 KV yang ada di lokasi tersebut.

“Pembebasan lahan bukan termasuk penyebab keterlambatan. Justru saat ini pembebasan  lahan dari bidang sudah mencapai 96 persen,” ujarnya. Sedangkan dari luas area sudah  94 persen. Sisanya yang belum  itu terdiri atas tanah kas desa (TKD), tanah wakaf, dan tanah pertanian  milik pemerintah.

Untuk pelepasan tanah pertanian milik pemerintah itu perlu ada aturan khusus. Dari kajian daya tampung ken- daraan, tol ini bisa mencapai 20  ribu kendaraan per hari jika sudah  selesai. Namun, daya tampung 20 ribu kendaraan per hari ini  diperkirakan baru 3-4 tahun  setelah tol selesai.

“Untuk tahun pertama selesai pengerjaan ini diperkirakan baru  sekitar 18 ribu kendaraan. Namun,  jumlah kendaraan yang lewat akan semakin bertambah karena  daya beli masyarakat yang meningkat,” ujarnya. (radar)