Browse By

Tiga Kali Bersuami, Tiga Kali Diceraikan

BANTARAN – Tiga kali bersuami, tiga kali pula Minthul, 24, warga Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo,  diceraikan suaminya. Minthul heran kenapa  ketiga suaminya tega meninggalkannya. Lebih miris lagi, ketiganya tak bertanggung  jawab atas tiga anak hasil hubungannya selama ini.

Alhasil, Minthul harus menghidupi keluarganya sendirian. Kelimpungan karena harus membiayai ketiga anaknya sendirian, Minthul mengambil jalan  pintas dengan terjun ke lembah hitam, pelacuran. Tentu, keputusan itu diambil tanpa perse tujuan keluarganya. Karena pasti,  pihak keluarga menolak keras keputusan tersebut.

Namun,  Minthul saat itu tak memiliki  jalan keluar lainnya.  Minthul mengatakan, ia menikah  di usia muda yakni 17 tahun. Ia  memang tidak melanjutkan  sekolah ke jenjang pendidikan SMA karena keterbatasan biaya.  “Bapak saya sudah meninggal  saat saya di SD,” terangnya.

Loading...

Celakanya, ia kemudian dihamili pacarnya, Tole. Karena itulah, Minthul terpaksa menikah agar sang anak ada yang bertanggung jawab. Awal menikah, Tole masih menunjukkan rasa cintanya pada Minthul. Namun, belakangan rasa cintanya pudar. “Katanya, saya sering marah-marah,” katanya.

Kemarahan Minthul sangat  beralasan. Tole enggan bekerja  dan hanya bergantung pada kiriman orang tuanya. “Bagaimana tidak marah-marah, dia tidak kerja dan hanya mengandalkan  kiriman orang tua,” imbuhnya.

Sementara kebutuhan hidup  terutama susu anak saat itu menjadi yang utama. Karena seringnya marah-marah,  Tole minggat. Setelah seminggu   minggat tanpa kabar, Tole sempat pulang. Namun, hanya tiga hari  di rumah, ia langsung pergi lagi  dan tidak kembali. Untuk bekerja,  ia tak punya keahlian.

“Mau kerja  apa, saya hanya lulusan SMP,”  katanya. Sang anak pertama yang berjenis kelamin perempuan kini  berusia 6 tahun.  Nah, ia kemudian dijodohkan  oleh orang tuanya dengan seorang lelaki bernama Brudul. Lelaki  yang dijodohkannya itu adalah  anak dari teman orang tuanya.

Mintul mau-mau saja dengan  perjodohan itu. Harapannya sederhana, ada pria yang bisa jadi sandaran hidupnya. Dengan Brudul, Mintul melahirkan anak laki-laki yang kini ber usia 4 tahun. Dengan Brudul, Minthul mengaku lebih percaya  karena memiliki bisnis yang peng-  hasilannya lumayan.

Namun, kebahagaiaan itu ternyata hanya sementara.  Sebab, belakangan diketahui jika Brudul memiliki simpanan. “Simpanan ini bukan tabungan, tapi perempuan lain,” kata Minthul geram. Ikwal terbongkarnya perselingkuhan sang suami, kala ia tak sengaja memergoki Brudul masuk ke sebuah hotel.

Saat itu, Minthul tengah berbelanja di minimarket yang ada di dekat hotel tersebut. Minthul lantas meminta petugas hotel mengantar ke kamar tempat  suami dan perempuan selingkuhannya menginap. “Saat itu  peetugas hotel mengetuk kamar.  Suami saya mungkin tidak curiga.  Ia buka pintu dan langsung lihat  saya,” katanya.

Minthul yang marah dengan ulah suaminya  itu, malah menanggung akibatnya.  Ia diceraikan sang suami. Butuh waktu selama 3 tahun bagi Minthul untuk menghapus jejak kelam kehidupan rumah tangganya. Sampai akhirnya ia bertemu dengan  Marto, 45.

Meski usianya terpaut  jauh, saat itu Minthul sudah berumur 30 tahun, namun hal itu tak  menjadi soal. Eh, musibah kembali datang  menghampiri rumah tangganya.  “Suami saya meninggal kecelakaan. Itu saya baru mengandung anak 7 bulan,” katanya sesenggukan.

Jadilah ia ditinggalkan 3  suami yang menikahinya. Karena  tak menemui jalan keluar akan  nasib anak-anaknya, Minthul  terpaksa jadi pekerja seks komersial (PSK). Minthul sendiri  tak tahu sampai kapan ia menjalani pekerjaan itu. (radar)