Browse By

Tantri: Pelayanan Harus Lebih Baik

Gedung Sekretariat Pemkab Diresmikan

KRAKSAAN- Pembangunan gedung Sekretariat Pemkab Probolinggo, telah rampung sejak tahun kemarin. Namun, gedung yang menelan dana  Rp 120 miliar itu baru diresmikan kemarin. Setelah gedung ini rampung, Pemkab akan fokus membangun infrastruktur di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dalam peresmian gedung sekretariat baru di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kecamatan Kraksaan, kemarin. Tantri mengatakan, tahun  ini dan ke depan pihaknya akan   lebih fokus membangun insfratruktur di 24 kecamatan.

Loading...

Katanya, pembangunan insfratruktur itu akan dilakukan seiring dengan telah diresmikannya gedung sekretariat baru yang diresmikan  kemarin. Alasannya, karena keterbatasan APBD, pihaknya harus memilih yang mana harus di dahulukan dan dikerjakan.

“Bukan kami mengabaikan, namun saya  mempertimbangkan apa yang harus  didahulukan,” ujarnya. “Saya mohon maaf di tahun ini  dan seterusnya kami akan fokus  membangun Insfratruktur dari kecamatan dan desa-desa. Dengan  berpindahnya ibu kota Kabupaten  Probolinggo, sudah banyak dapat manfaat. Bukan hanya di Kraksaan,  melainkan semua wilayah di daerah  sekitar,” lanjut Tantri.

Selain itu, Tantri mengungkapkan, sejauh ini masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Untuk me nyelesaikannya, pihaknya mengevaluasi  proses kerjanya sebulan sekali untuk  mengetahui apa yang belum diselesaikan dan segera untuk di tindaklanjuti.

“Jadi, tentu tidak hanya momentum Peringatan Hari Jadi Kabupaten  Probolinggo, terakhir. Kami juga  mengevaluasi guna perbaikan, percepatan proses ke depan. Karena ini menjadi momentum peresmian,  maka proses pelayanan pemerintahan  harus jauh lebih baik,” ujarnya.

Gedung Pemkab Probolinggo ini di bangun di atas lahan seluas 17.230 meter persegi dengan luas bangunan 18.000 meter persegi. Proyek mulitiyer ini dibangun melalui dua tahap. Pertama, pembangunan sayap kiri  dan kanan yang dilakukan pada 2012  yang luasnya mencapai 8.000 meter persegi. Masing-masing terdiri atas  4 lantai dengan biaya Rp 38 miliar. 

Sedangkan, tahap kedua berupa  gedung utama yang berada di tengah-tengah dua sayap tersebut. Gedung ini dibangun sejak 2014 dan rampung  pada 2016. Gedung seluas 10.000 meter persegi dengan 5 lantai itu menelan dana Rp 82 miliar.

Bila  ditotal, gedung ini menelan dana  Rp 120 miliar. Dana itu berasal dari  APBD Provinsi Jawa Timur Rp 25 miliar  dan dari APBD Kabupaten Probolinggo  Rp 95 miliar. (radar)