Browse By

Hantam Truk Ngeban, Sopir Pikap Tewas

SUMBERASIH – Kecelakaan merenggut nyawa kembali terjadi di Jalan Raya Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Sopir sebuah pikap tewas setelah menabrak sebuah truk trailer yang  sedang mengganti ban (ngeban) di  pinggir jalan, kemarin (6/5) siang.

Korban adalah Supriyadi Hadiyanto, 39, warga Darmawangsa, Kecamatan  Delod Peken, Kabupaten Tabanan, Bali. Dia tewas keketika di lokasi  kejadian. Sementara Pandu, 23,  kernetnya mengalami patah kaki. Keduanya langsung dilarikan ke  RSUD Tongas, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Kecelakaan sendiri terjadi pukul 12.00. Kala itu korban Supriyadi menyupiri pikap Suzuki Carry  hitam nopol DK 9795 HN dari arah barat ke timur. Korban ditemani kernet, Pandu, teman sekampungnya. Saat sampai di lokasi kejadian, korban mendahului sebuah kendaraan dari arah yang sama.

Loading...

Korban mengambil sisi utara atau kiri jalan untuk mendahului.  Di saat yang sama, di kiri atau utara jalan sedang parkir sebuah truk trailer yang sedang mengganti  ban. Truk trailer nopol W 8751  UP ini diparkir menghadap timur.  Sopirnya, Rudi Siregar, 46, warga  Desa Satreyan, Kecamatan Maron,  Kabupaten Probolinggo.

Menurut pengamatan koran  ini, truk parkir di pinggir jalan,  masih di aspal. Kondisi jalan pun menyempit di lokasi itu. Kecelakaan pun tidak bisa dihindari. Begitu berhasil mendahului  kendaraan di depannya, pikap berhadapan dengan truk yang ada  di utara atau kiri jalan. Pikap pun  langsung menabrak truk. 

Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Kota Iptu Gandi saat  di jumpai di lokasi kejadian kemarin, menduga sopir pikap kurang konsentrasi saat mengendara. Sehingga, kurang awas dan tidak bisa mengantisipasi truk trailer yang sedang ngeban.

“Sepertinya sopir pikap kurang konsentrasi. Sebab, truk yang sedang ngeban di siang hari begini seharusnya dari kejauhan sudah kelihatan. Tapi yang terjadi, pikap menabrak truk dari belakang,” terangnya.  Akibat tabrakan itu, bagian kepala pikap ringsek.

Korban Supriyadi meninggal di TKP dengan luka sobek di kepala, kaki dan  tangan. Sedangkan Pandu sang kernet selamat, namun patah kaki kanan.  Sementara itu, arus lalu lintas  di tempat itu macet sampai sekitar 1 kilometer.

Macet berangsur terurai setelah pikap dievakuasi menggunakan mobil derek ke Rupbasan, begitu pula dengan truk trailer.  Masih di hari yang sama, kecelakaan juga terjadi di Jalan Raya Pandaan–Gempol, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Sebuah truk menabrak bengkel dan mobil Suzuki  Katana yang sedang parkir, setelah setang kemudinya lepas.  Saat itu sekitar pukul 09.30, truk nopol L 8090 DR yang dikemudikan  Saiful Bakhri, 43, melaju dari selatan ke utara atau dari arah Pandaan.

Sampai di lokasi kejadian, tiba-tiba setang kemudi  truk patah. Warga Dusun Kedanten, Desa  Wonokoyo, Kecamatan Beji,Kabupaten Pasuruan, itu pun tidak bisa mengendalikan truk. Saat itu juga, truk oleng ke kiri  dan menyeruduk atap teras sebuah bengkel di barat jalan.

Tak berhenti sampai di situ. Truk  yang tak terkendali kemudian menghantam sebuah Suzuki Katana Nopol S 1397 RD yang tengah  diparkir di depan bengkel.  Beruntung, tak ada korban jiwa  dalam kecelakaan tersebut. Sopir  truk hanya mengalami luka ringan  akibat benturan saat kecelakaan.

Namun, kondisi atap teras bengkel rusak parah. Begitupun Katana,  bodinya samping dan depan nya ringsek. Beberapa kaca juga pecah. Padahal, Katana itu akan dijual. Kanit Lantas Polsek Gempol  Iptu Agus Purwanto menyebut,  kecelakaan itu hanya mengakibatkan kerugian material sampai  puluhan juta rupiah.

“Mobil Katana itu informasinya sengaja di parkir di depan bengkel karena  akan dijual. Makanya, saat ini sedang dilakukan mediasi antara ketiga pihak, bagaimana proses ganti ruginya. Yaitu, antara pemilik bengkel, Katana, dan sopir truk,” terangnya. (radar)