Browse By

244 CJH Mengundurkan Diri

Tak Melunasi Sampai Batas Akhir

PASURUAN – Sampai batas akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), Jumat (5/5) lalu, tercatat
244 calon jamaah haji (CJH) asal  Kota dan Kabupaten Pasuruan tidak  melakukan pelunasan. Rinciannya, 202 CJH asal kabupaten dan 42 CJH  asal kota. Dengan begitu, ratusan CJH itu dipastikan tidak akan berangkat  tahun ini.

Imron Muhadi, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Pasuruan mengatakan,  mereka yang tidak melunasi, otomatis dianggap mundur. “Sampai batas akhir kemarin,  masih ada 202 CJH yang tidak  melunasi hingga pukul 15.00. Jadi, sudah dipastikan mereka mengundurkan diri karena tidak  segera melunasi BPIH,” katanya.

Loading...

Jumlah CJH yang tidak melunasi ini, cukup tinggi dibandingkan tahun 2016 lalu, yang hanya 70-an jamaah. “Jumlahnya cukup tinggi untuk  tahun ini yang tidak melunasi.  Kemenag akan tetap mendata kenapa mereka tidak melunasi.  Apakah tidak ada uang? Apakah  sakit? Itu perlu kita data lagi. Meskipun, kepastian pemberangkatan mereka harus ditunda  tahun depan,” terangnya.

Senin pekan depan, Kemenag akan melayangkan surat ke masing-masing KUA untuk mendata kenapa banyak CJH yang tidak melunasi. Termasuk, belum seluruh   CJH yang melakukan daftar ulang. Dari 1.192 CJH yang sudah melunasi ke bank, baru 667 CJH yang mendaftar ulang ke Kemenag.

“Ya, karena baru melunasi kemarin. Sehingga, mungkin belum  sempat ke Kemenag. Kami tunggu  sampai Senin besok untuk mendaftar ulang,” imbaunya.  Imron mengatakan, jumlah  total CJH yang masuk kuota pelunasan tahap 1 di Kabupaten Pasuruan, mencapai 1.394 jamaah.

CJH tersebut harus membayar sisa pelunasan haji dengan total Rp 35.666.250. Setelah lunas,  Kemenag bisa langsung melihat  pelunasan melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat)  secara online. Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Pasuruan  Ismail mengatakan, tahun ini  Kota Pasuruan mendapatkan kuota haji dari pemerintah pusat sebanyak 257 orang. Namun, 42  CJH ternyata mundur.

Dari 42 CJH tersebut, ada 26 CJH yang memang mundur.  Sementara, 18 CJH tidak melakukan pelunasan. 42 CJH ini akan diusulkan berangkat pada tahun  depan. “Sampai batas waktu pelunasan Jumat lalu, ada 42 CJH yang gagal berangkat tahun ini.  Disebabkan, 26 CJH mengundurkan diri dan sisanya tidak melakukan pelunasan,” katanya.

Ismail menjelaskan, jatah CJH  yang mengundurkan diri tersebut, akan diserahkan pada pemerintah  pusat dan menjadi kuota nasional.  Selanjutnya, Kemenag pusat yang akan membagi dan menentukan  kembali kuota masing-masing  daerah.

Jatah kuota ini nantinya akan diperuntukkan untuk lansia, penggabungan istri atau orang tua terpisah. Namun, dengan syarat  orang tersebut sudah mendaftar  haji selama 3 tahun. Jika kuota yang ditentukan oleh Kemenag RI tersebut masih belum terpenuhi,maka Kemenag akan menggunakan kuota cadangan.

“Kuota cadangan ini untuk orang yang sudah mendaftar, namun  jadwal keberangkatannya masih  2018 mendatang. Namun, dapat berangkat tahun ini untuk menutupi kekurangan kuota jamaah,” terangnya. (radar)