Browse By

Tiga Pasangan dan 6 Pemabuk Terjaring Razia

KRAKSAAN – Terjaringnya sejumlah pasangan tidak resmi di hotel- hotel wilayah barat Kabupaten Probolinggo, pekan lalu, tak membuat  kapok pasangan lainnya. Kemarin (3/5), Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo kembali mengamankan  tiga pasangan tidak resmi dan enam orang yang tengah pesta miras di hotel.

Razia dilakukan selama dua jam, yakni mulai pukul 11.00 sampai pukul 13.00. Belasan anggota Satpol PP menyasar hotel di kawasan timur. Seluruh pasangan maupun pemabuk, dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata. Mereka yang diamankan, berasal dari dua hotel di Paiton dan Kraksaan.

Di antaranya, dua pasangan dan  sekelompok pemuda pesta miras, terjaring razia di Hotel Mawar, Paiton. Dua pasangan tidak resmi  itu adalah HF, asal Besuki, Kabupaten Situbondo, dan RB asal Pakuniran, Kabupaten Probolinggo; serta YS asal Paiton dan KH asal Kotaanyar.

Loading...

Ironisnya, kedua pasangan itu ternyata sama-sama memiliki suami dan istri.  Sedangkan enam pemuda yang pesta miras adalah VS, BB, MH,  SA, HA, dan L. Dari enam pemuda yang tengah pesta miras itu, ada satu perempuan inisial L, 21, asal Kotaanyar yang menjadi  bartender.

Sedangkan satu pasangan tidak resmi lainnya, diamankan saat tengah berada di  kamar Hotel Srikandi, Kraksaan.  Yakni, H, 21, asal Kraksaan dan U, 24, asal Lumajang.  L, joki pesta miras mengaku,  dirinya diajak oleh temannya. Ia mengaku, baru kali ini jadi joki pesta miras di hotel. Biasanya,  dirinya jadi joki di rumah atau  saat ada acara.

”Iya saya dibayar Rp 100 ribu per botol besar miras untuk jadi joki,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo. Pasangan tidak resmi H mengaku, ia berada di kamar hotel  untuk merayakan ulang tahun U, kekasihnya. Namun, ia berdalih tak sampai berbuat mesum karena sudah bertunangan.

“Saya cuma merayakan ulang tahun saja,” katanya singkat. Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Probolinggo  Dwijoko Nurjayadi mengatakan,  pihaknya meminimalisasi perbuatan maksiat dengan melakukan razia penyakit masyarakat (pekat)  di hotel-hotel.

Ternyata, benar ada sejumlah hotel di wilayah Paiton dan Kraksaan yang disalahgunakan oleh pengunjung.  “Kami berhasil mengamankan pasangan tidak resmi di Hotel Mawar Paiton dan Srikandi Kraksaan,” katanya kepada Jawa Pos  Radar Bromo kemarin.

Sejatinya, tak hanya dua hotel itu yang di razia. Ada juga Hotel Melati di  Paiton. Namun, aparat penegak perda tak menemukan pengunjung yang menyalahi aturan. “Untuk pasangan tidak resmi dan pemuda pesta miras yang kami  amankan saat razia hanya diberikan tindakan pembinaan.

Dengan membuat surat pernyataan, tidak  akan mengulangi lagi. Saat ke depan  kembali terjaring razia, maka akan ditipiring (tindak pidana ringan,  Red),” tegasnya.  Razia pekat di hotel-hotel, dikatakan Joko -sapaan akrabnya–, sebagai awal menyambut bulan  suci Ramadan.

Pihaknya berjanji akan menggencarkan razia pekat di hotel-hotel Kabupaten  Probolinggo. Sebab, tidak menutup kemungkinan, ada pasangan tidak resmi lagi atau pemuda  yang biasa pesta miras di tempat tersebut. (Radar)