Browse By

Komentar Pedas di Facebook, Kades Sumbergedang Dituntut Setahun

BANGIL – Gara-gara komentar pedasnya di facebook, Kades Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Niam Sovie dituntut satu tahun penjara. Ia dianggap JPU Kejari Kabupaten Pasuruan, bersalah telah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE).

Bukan hanya kurungan badan.  Ia juga dituntut membayar denda senilai Rp 25 juta. Bila tidak, denda tersebut digantikan dengan kurungan selama dua bulan.  Tuntutan itu dilayangkan JPU Kejari Kabupaten Pasuruan Hanis dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bangil, kemarin  (3/5).

Dalam sidang tersebut, Hanis memandang kalau terdakwa Niam Sovie terbukti telah melanggar pasal 27 ayat 3 UU RI No mor 11 Tahun 2008 jo pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun  2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Loading...

“Menuntut terdakwa hukuman 1 tahun penjara serta denda seni lai Rp 25 juta subsider 2 bulan kurungan,” kata Hanis dalam  pembacaan tuntutan kemarin.  Menurut Hanis, tuntutan itu setimpal dengan perbuatan yang  telah dilakukan terdakwa. Karena  perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat. Di samping  itu, perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian in material.

“Hal yang meringangkan karena terdakwa tidak pernah dihukum sebelumnya,” jelas Hanis.  Sidang yang dipimpin Ketua PN Bangil Gutiarso sebagai ketua majelis menyudahi persidangan  setelah terdakwa bakal mengajukan nota pembelaan. Melalui penasihat hukumnya, Mamad Aryosetiawan berkeyakinan kalau kliennya tidak bersalah.

“Makanya, kami akan mengajukan pembelaan karena klien kami tidak pernah menyebut nama,” sampainya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kades Sumbergedang,  Kecamatan Pandaan, diseret ke kursi pesakitan imbas komentarnya di facebook.

Kata-katanya di akun facebook NIAM SOVIE,  membuat Joyo Utomo mantan kades Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, merasa dihina atau difitnah oleh terdakwa. Mengingat, apa yang dituduhkan terdakwa  itu tidak benar. Kata-kata yang dimaksud itu,  berupa:

“Itu dikarenakan ada yang memotong anggaran jalan dr penguasa sblm saya….kasusnya sama dg plengsengan yang ada  di Ngampir, ada pengkorupan  dana” Kalimat itulah, yang akhirnya  membuat beberapa pihak merasa  dirugikan dan memilih untuk melaporkan ke polisi. Hingga  kasus ini pun masuk ke persidangan dan membuat Niam Sovie di perkarakan. (radar)