Browse By

Dibunuh, Kemudian Dibakar

Mayat Gosong Alami Patah Atap Tengkorak

PURWODADI – Teka teki penyebab  kematian Mr X yang di temukan  gosong di hutan pinus Dusun Sidodadi, Desa Dawuhan Sengon,  Kecamatan Purwodadi, Senin (1/5),  akhirnya terungkap. Korban dipastikan tewas akibat kekerasan benda tumpul di kepala.

Ini, diketahui setelah pihak kepolisian mendapat hasil otopsi korban dari dokter forensik di RS Bhayangkara Porong. Meski demikian, otopsi belum bisa  mengungkap identitas korban,  hingga kemarin.  “Identitas korban masih misterius. Namun, penyebab kematiannya sudah diketahui dari hasil  otopsi yang kami dapatkan,” terang Kapolsek Purwodadi AKP Slamet  Santoso pada Jawa Pos Radar  Bromo, kemarin (3/5) pagi.

Loading...

Secara rinci Slamet menyebut,  korban yang berjenis kelamin  laki-laki ini memiliki tinggi 162 sentimeter. Kondisi tubuh dalam keadaan membusuk dan terbakar. Berdasarkan hasil pemeriksaan  tim forensik, ditemukan resapan darah pada dua bagian di tengkorak. Yaitu, di tulang atap tengkorak  bagian dahi. Dan, di tulang atap tengkorak sebelah kanan belakang.

Keduanya diakibatkan karena kekerasan benda tumpul. Selain itu, ditemukan pendarahan pada ruang di bawah selaput lunak otak pada belahan otak kanan, akibat kekerasan  benda tumpul. Serta, luka terbuka pada kepala samping kanan.  Kemudian, ditemukan resapan darah pada kulit kepala bagian dalam samping kanan akibat  kekerasan benda tumpul. Juga pendarahan pada otot leher kanan, akibat benda tumpul.

Di samping itu, ditemukan luka bakar pada seluruh tubuh. Luka  ini terjadi atau didapat setelah korban tewas.  “Intinya, korban tewas dibunuh lebih dulu. Setelah itu baru jasadnya dibakar. Matinya korban, akibat kekerasan benda tumpul pada kepala. Mengakibatkan patah tulang atap tengkorak dan pendarahan pada selaput lunak  otak,” terangnya.

Selanjutnya, menurut Slamet, pihaknya akan mengambil sejumlah langkah untuk mengungkap identitas korban. Dalam waktu dekat, pihaknya segera menginformasikan pada masyarakat umum melalui mapolsek jajaran di lingkungan Polres Pasuruan. Informasi mengenai penemuan mayat gosong laki-laki, lengkap dengan ciri-cirinya.

“Apabila ada masyarakat yang  merasa kehilangan sanak saudaranya dengan ciri-ciri tersebut,  kami minta segera melaporkan ke Mapolsek Purwodadi, maupun polsek lainnya,” terangnya. Jika setelah itu ada pihak yang  mengaku keluarga korban, pihaknya akan melakukan tes DNA.  Bisa dengan cara mengambil  sampling darah keluarga untuk   dibandingkan dengan darah korban.

“Harapannya, identitas korban akan terungkap, setelah tes DNA  dilakukan,” lanjutnya. Kuncinya, menurut Slamet,  pihaknya tetap berupaya mengungkap identitas korban. Identitas korban sangat penting diketahui  sebagai petunjuk untuk mengungkap pelaku. Termasuk motif  pembunuhannya.

“Kalau identitas korban sudah  diketahui, bisa kita lacak korban keluar terakhir kapan, sama siapa,  kemana, dan yang lain,” tegasnya.   Sementara itu, hingga kemarin, Polsek Purwodadi masih  memeriksa dua saksi. Keduanya yaitu  orang yang menemukan mayat  tersebut di TKP Dusun Sidodadi, Desa Dawuhan Sengon, Kecamatan Purwodadi. Namun, Kapolsek enggan menyebut identitas keduanya.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya dipastikan tidak mengetahui peristiwa dugaan pembunuhan  yang menimpa korban. Mereka hanya sebagai penemu mayat pertama kalinya di hutan pinus.  “Karena itu, pengumpulan bahan  dan keterangan (pulbaket) terhadap saksi lainnya tetap dilakukan secara  parsial, juga di luar pemeriksaan resmi,” pungkasnya.

Jasad korban sendiri ditemukan Senin (1/5) di kawasan Kesatuan  Pengelolaan Hutan (KPH) Gerbopetak 6G, Dusun Sidodadi, Desa Dawuhan Sengon, Kecamatan  Purwodadi. Korban ditemukan  warga yang hendak menyadap karet di hutan pinus itu, sekitar  pukul 07.00.

Ketika ditemukan, tubuh korban sudah dalam posisi terbujur kaku. Kemungkinan korban sudah tewas lebih dari dua hari. Saat  di temukan di tempat kejadian perkara, tubuh korban berada di sela-sela akar pohon pinus  yang tumbang.

Tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya korban cukup  jauh  dari permukiman. Jaraknya sekitar 3 kilometer dari ruas jalan provinsi jurusan Purwodadi–Tosari. Untuk  menuju hutan pinus sendiri, harus  menempuh dengan medan jalan  masih makadam. (radar)