Browse By

Sesalkan Aksi Corat-Coret Seragam

SEMENTARA itu, pemadangan serupa juga terjadi di Pasuruan. Sejumlah pelajar terlihat berkonvoi dengan seragam penuh coretan. Aksi ini cukup disesalkan. Karena tradisi euforia ini dinilai tidak mendidik, bahkan tak sedikit yang melanggar lalu lintas seperti tidak memakai helm sampai   boncengan tiga.

Seperti pantauan Jawa Pos Radar Bromo di jalanan Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Beberapa kali terlihat rombongan kecil sampai berjumlah 10-an sepeda motor arak-arakan menuju ke arah Pandaan. Rombongan pelajar ini terlihat mencolok karena atribut seragam   SMA masih dipakai dengan banyak corat-coret cat semprot. Aksi ini sempat terpotret, namun   pelajar yang ditanyai hanya  menjawab. “Ya baru lulusan dan lulus semua,” ujar salah satu pe lajar dan enggan ditanyai lebih  lanjut.

Sejumlah sekolah tingkat SMA sederajat sebenarnya sudah  berusaha agar pelajar kelas 12  tidak sampai ke sekolah sehingga menimbulkan euforia yang berlebihan. Di SMAN 1 Bangil misalnya, Dwi Cahyosetiyono, kepala SMAN 1 Bangil mengatakan, memilih mengumumkan kelulusan langsung diunggah di website sekolah.

Loading...

“Kami sudah melarang pelajar untuk datang ke sekolah, jadi pukul 12.00 tepat sudah kami unggah di website sekolah,” ungkapnya. Bahkan, sekolah menyatakan  agar pelajar diam di rumah. Jika  tidak ada guru yang datang sampai  pukul 14.00, berarti siswa dinyatakan lulus.

Namun, dikatakan  untuk SMAN 1 Bangil sendiri lulus 100 persen.  Selain itu, guru akan terus melakukan pengawasan di sekitar sekolah dan wilayah Bangil. Tujuannya, agar memantau pelajar  yang melakukan aksi hura-hura.  “Selain pas hari kelulusan, juga kita lakukan besok (hari ini, Red).  Karena bisa saja tidak pas hari   kelulusan, besoknya baru konvoi,” terangnya.

Indra Jaya, kepala SMK Purwosari mengatakan, justru memilih mengumumkan di laman sekolah. Namun, dilakukan lebih malam, yaitu pukul 18.00. “Jadi pelajar kita umumkan harus di rumah dan menunggu sampai  pukul 17.00. Jika tidak ada guru yang datang, berarti lulus. Baru malamnya kita unggah pengumuman di website,” terangnya.

Untuk kelulusan SMK Purwosari dinyatakan 100 persen. Kelulusan ini diakumulasi dari nilai ujian  sekolah, rapor, sampai perilaku siswa. Untuk mengawal tidak adanya euforia yang berlebihan,  pihak sekolah meminta guru  maupun kepolisian agar menindak  tegas jika ada siswa yang kedapatan melanggar lalu lintas saat  konvoi.

Mutjabah Abdussomad, ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan menyesalkan kejadian euforia kelulusan masih terus terjadi setiap tahun. Kendati sekolah sudah melakukan upaya  pencegahan dengan tidak me ngumumkan di sekolah.

 “Ini sudah menjadi euforia yang  terus terjadi setiap tahunnya. Memang ini tidak hanya menjadi tugas dari sekolah saja, perlu orang  tua termasuk kepolisian menindak  tegas jika ditemukan aksi-aksi seperti itu,” ungkapnya.

Disetiap pengumuman kelulusan, kepolisian memang harus lebih ketat. Jika ada yang melanggar, misal tidak memakai helm atau berboncengan tiga, maka harus segera ditindak. Selain itu, perlu ada pembinaan lebih oleh sekolah sebelum pengumuman kelulusan.

Agar siswa bisa melakukan kegiatan yang lebih positif. Misal menyumbangkan pakaian seragam untuk adik kelas. Penjagaan ketat dilakukan petugas di Pandaan. Karenanya,  siswa yang mengetahui ada petugas standby di jalan, mereka  lantas kabur. Diduga, sasaran  mereka yakni ke Tretes, Prigen, maupun Taman Dayu.

“Kami sehari sebelumnya, sudah   dapat info jika ada konvoi pelajar, perayaan kelulusan SMK dan SMA sederajat. Akhirnya, kami  lakukan penghalauan agar tak masuk kota,” jelas Kanit Lantas Polsek Pandaan AKP Akhmad  Sukiyanto.

Polisi juga melakukan razia di sejumlah titik. Bagi mereka yang diamankan,  kemudian digiring ke Poslantas setempat. Sesampainya di pos, diberi teguran sekaligus sanksi membaca teks Pancasila secara bergantian.

Sementara itu, Rafli, salah seorang pelajar SMK asal Bangil yang terjaring razia, berkonvoi untuk meluapkan kegembiraan  kelulusan. “Ini bentuk spontanitas, sangat disayangkan untuk dilewatkan. Saya tidak sendirian,   tapi banyak teman lain juga melakukannya,” katanya. (radar)