Browse By

Konvoi Siswa bak Koboi

KANIGARAN – Aksi koboi dilakukan sejumlah siswa di Kota Probolinggo. Mereka berkonvoi usai kelulusan tanpa menggunakan helm dengan baju penuh coretan. Sebagian dari mereka juga bertindak arogan.  Mulai membunyikan knalpot dengan kencang, sampai memprovokasi petugas kepolisian yang melakukan patroli.

Ironisnya,  sejumlah siswa diamankan karena kedapatan membawa pil trihexyphenidil. Informasi yang dihimpun Jawa  Pos Radar Bromo, sekitar pukul 13.30, polisi memeriksa siswa  yang melakukan konvoi di Jalan   Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan.

Hasilnya, salah satu peserta konvoi kedapatan meyimpan 77 butir pil  trihexypenidyil di jok motor Honda Scopy merah nopol N  3125 SK.   Hal itu dibenarkan KBO Lantas  Polres Probolinggo Kota Aiptu Usman. Ia mengatakan, petugas  yang melakukan patroli, memeriksa barang bawaan siswa untuk menghindari aksi kriminal yang  mungkin akan terjadi.

Loading...

Terbukti,  di salah satu motor siswa didapati  puluhan pil trex dalam jok motornya. Mereka kemudian diamankan  ke kantor satlantas setempat. Ada 5 siswa yang diamankan.  Setelah dilakukan pemeriksaan awal, kelimanya kemudian dilimpahkan ke Satreskoba.

“Untuk  pilnya terdapat 77 butir. Selanjutnya kami serahkan pada Satreskoba,” terangnya. Di sisi lain, aksi anarkis peserta  konvoi terjadi sekitar pukul 13.45.  Saat itu, polisi hendak menghalau konvoi siswa yang melintas di  persimpangan brak.

Saat itulah,  salah seorang peserta konvoi hendak memukul petugas, namun meleset. Petugas lantas melakukan pengejaran pada siswa yang anarkis tersebut. Petugas yang geram dengan ulah mereka, melakukan pengejaran.

Dari aksi kejar-kejaran itu, beberapa siswa berhasil diamankan di sekitar Taman Makam Pahlawan. Mereka berhasil di amankan, karena lari ke jalan buntu. Tidak hanya itu, sekitar pukul 14.00, peserta konvoi memprovokasi polisi dengan memblayer motornya di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan/Kecamatan   Kanigaran.

Mereka yang diamankan dalam patroli kemarin, dikenai tilang dan pembinaan. Usman mengatakan, pihaknya menyiapkan sejumlah tim untuk menjaga proses kelulusan kemarin. “Ada 10 tim pengurai konvoi yang terdiri atas anggota  Lantas dan Sabhara.

Adapun  titik-titik yang diperkirakan  menjadi tempat konvoi, yakni di Taman Maramis, Gladak Serang, stadion, dan alun-alun,”   jelasnya.  Terpisah, Kasat Reskoba AKP Dodik Wibowo mengatakan, penindakan pada sejumlah siswa  tersebut tidak sama dengan kasus  kepemilikan narkoba.

“Mereka kami berikan pembinaan. Dari  mereka kami buru siapa penjualnya,” terangnya pada Jawa Pos Radar Bromo tadi malam. (radar)