Browse By

Cak Nun Apresiasi Peringatan Hari Buruh

PANDAAN – Puncak peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar Senin (1/4) lalu, di Taman Candra Wilwatikta,  Pandaan, Kabupaten Pasuruan, berjalan meriah. Kehadiran Emha Ainun Najib yang dikenal dengan Cak Nun bersama Kiai Kanjeng dalam puncak acara terse but, memberikan suasana lain dari peringatan tersebut.

Tahun ini, peringatan May Day di Kabupaten Pasuruan padat kegiatan. Selain aksi unjuk rasa yang digelar masing-masing  serikat, acara yang mulai digelar sejak 28 April itu, juga dilangsungkan kegiatan sosial dan  keagamaan. Diantaranya, kegiatan sosial, bazar, dan puncaknya adalah pengajian bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng.

Pembukaan acara dimulai dengan penampilan grup salawat Padhang Howo yang langsung menghangatkan suasana di Taman Candra Wilatikta Pandaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi tripartit tertib lalu lintas dan anti  narkoba.

Loading...

Selain itu, juga dilakukan penyerahan helm secara simbolis  dari Bupati Irsyad Yusuf, Ketua  DPRD Sudiono Fauzan, Ketua Apindo Hendro Tri Hartanto, dan Kapolres Pasuruan AKBP M. Aldian. Ketua Panitia Peringatan Hari Buruh Wahyudi mengatakan, di  peringatan hari buruh tahun ini,  pihaknya telah menemukan bentuk baru peringatan May Day  yang penuh manfaat.

“Setiap tahun, kami terus men- cari cara bagaimana peringatan May Day bisa memberi manfaat  bagi semua pihak. Khususnya  serikat pekerja dan serikat buruh. Di tahun ini, semoga kegiatan pengajian bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng ini, bisa memberi manfaat,” ujar Wahyudi.

Ribuan pengunjung dengan tertib  mendengarkan dawuh Cak Nun, sejak acara dibuka hingga selesai. Ribuan warga yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Pasuruan saja, melainkan dari beberapa daerah  lain di Jawa Timur.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusufmengungkapkan, kegiatan peringatan hari buruh tersebut tidak mengurangi makna May Day. Yakni, menyuarakan kesejahteraan bagi para buruh.  “Kami berharap para buruh di Kabupaten Pasuruan bisa sejahtera. Kegiatan ini tidak me- ngurangi makna May Day karena  pemerintah daerah tidak menghalangi buruh menyuarakan aspirasinya. Tapi, juga tidak meninggalkan kegiatan mengaji  seperti ini,” terangnya.

Cak Nun sendiri mengaprsesiasi  peringatan hari buruh di Kabupaten Pasuruan. Mulai deklarasi tripartit, yang menurut Cak Nun  sebagai pengingat bagi buruh  untuk berhati-hati saat berangkat maupun pulang bekerja. Termasuk upaya meminimalisasi penyalahgunaan narkoba saat ini.

“Adanya deklarasi tertib lalu lintas dan anti narkoba ini, patut  diapresiasi. Karena seharusnya  masyarakat sudah menerapkannya. Mereka yang di jalan raya seenaknya atau menggunakan  narkoba, secara langsung merusak jiwa mereka sendiri,” ujar budayawan asal Jombang tersebut.

Di sela-sela pengajian tersebut, Cak Nun juga memberi kesempatan pada pengunjung untuk menyampaikan beberapa pertanyaan. Bupati Pasuruan juga di minta naik ke atas panggung  untuk membawakan beberapa  lirik lagu.

Bahkan, acara tersebut selesai sekitar pukul 02.00 dini  hari, kemarin (2/5).  Sementara itu, peringatan May Day di Kabupaten Pasuruan juga  dirayakan saat 1 Mei lalu. Sekitar ribuan buruh di Kabupaten Pasuruan, menggelar aksi turun ke  jalan dengan membawa span duk   tuntutan.

Aksi ini sempat membuat  arus lalu lintas Surabaya- Probolinggo tersendat. Aksi ini dihadiri oleh Ketua Sarbumusi Kabupaten Pasuruan, Suryono Pane. Dia mengatakan,  sampai saat ini kasus ketenagakerjaan di wilayah setempat masih banyak yang belum terselesaikan  dengan baik. (radar)