Browse By

Mengaku Khilaf, Tersangka Setubuhi Adik 10 Kali

KRAKSAAN – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo, terus mendalami kasus persetubuhan sedarah yang dilakukan lelaki berinisial Jd, 33. Hasilnya, cukup mencengangkan.

Ternyata, warga Kecamatan Tiris, itu menyetubuhi adik kandungnya yang berinisial NN, 18, sampai 10 kali.  Tersangka baru berhenti menyetubuhi  NN, setelah diketahui korban hamil. Namun, atas semuanya perbuatannya itu,  tersangka yang menduda sejak sekitar 10 tahun silam itu mengaku khilaf.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin melalui Kanit PPA Bripka Isana Reny Antasari mengatakan, hasil  dari pemeriksaan lebih lanjut terhadap ter sangka, ternyata korban tidak hanya sekali disetubuhi tersangka. Tapi, tersangka  melancarkan aksi bejatnya itu sebanyak 10 kali. Sehingga, membuat NN hamil.

Loading...

“Awalnya, tersangka berusaha menyembunyikan kehamilan NN. Saat itu, NN juga sempat menutupi aksi bejat tersangka  dari bapaknya. Namun, tidak lama kemudian kasus itu terungkap oleh  bapaknya dan membuatnya shock,” ujarnya.

Isana menjelaskan, aksi bejat tersangka menyetubuhi NN berhenti saat diketahui NN hamil. Kepada penyidik, tersangka mengaku khilaf karena lama sudah menduda. Tersangka juga sempat menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Dia merantau ke negeri orang saat ibunya melahirkan NN. Sekitar 10 tahun lalu, saat NN masih anak-anak tersangka sempat  pulang kampung. Tapi, saat itu tersangka bercerai dengan istrinya, sehingga memutuskan kembali ke Malaysia.

“Sekitar setahun  lalu saat tersangka pulang, NN ini sudah tumbuh remaja. Saat itu tersangka tidak  bisa menahan nafsunya melihat adik  kandungnya sudah remaja,” ujar Isana. Diketahui, Kamis (6/4) lalu, Jd mengaku  diserahi bayi laki-laki oleh seorang perempuan misterius ketika melintas di jalan Desa Ketompen, Kecamatan Pajarakan,  Kabupaten Probolinggo.

Bayi itu kemudian dibawa ke rumah salah seorang temannya di Desa Ketompen. Tapi, sang teman membawanya ke pemerintah desa dan kemudian  diteruskan ke Mapolsek Paja ra kan. Oleh polisi, bayi ini sempat dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk menjalani perawatan medis.

Sedangkan, Jd terus dimintai keterangan. Atas keterangannya itu, polisi tak langsung percaya. Sehingga, keluarganya, termasuk NN juga di periksa. Ternyata, Rabu (19/4) lalu, polisi mengungkap jika bayi ini merupakan hasil  hubungan sedarah Jd dengan adiknya.  Karenanya, kini Jd ditetapkan sebagai tersangka. Dia disangka melanggar pasal 76d juncto pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35/2014  tentang Perlindungan Anak. (radar)

Incoming search terms:

  • Unit PPA Polres Probolinggo