Browse By

Mayat Gosong di Hutan Pinus

Jenazah Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

PURWODADI – Warga Desa Dawuhan Sengon, Kecamatan Purwodadi, pagi kemarin dibuat gempar. Itu, setelah warga setempat yang hendak menyadap karet di hutan pinus di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Gerbo petak  6G, Dusun Sidodadi, di temukan sesosok jenazah lelaki yang kondisinya penuh luka bakar.

Ketika ditemukan, tubuh korban sudah dalam posisi terbujur kaku. Kemungkinan korban sudah tewas lebih dari dua hari. Saat ditemukan di tempat kejadian perkara, tubuh korban berada di sela-sela akar pohon pinus yang tumbang.

Loading...

Besar kemungkinan   korban dibunuh lalu dibuang di lokasi yang berada di tepi jalan  yang masih madakam tersebut. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, korban ditemukan sekitar pukul 07.00. Awalnya, warga yang sedang menyadap karet mencium bau  busuk di sekitar lokasi.

Merasa curiga, warga yang tak diketahui namanya tersebut, lalu mencari sumber bau busuk. Sampai kemudian warga melihat ada sebuah pohon pinus yang sudah tumbang. Disanalah warga menemukan sesosok tubuh penuh luka bakar, persis di bagian akar yang tumbang.

Kontan saja temuan itu menjadi heboh. Kabar penemuan jenazah yang kondisinya gosong itu, cepat menyebar. Alhasil, warga desa sekitar berdatangan ke lokasi.  Warga penasaran untuk melihat dan mereka rela datang, meski jaraknya cukup jauh.

Tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya korban memang cukup jauh dari permukiman.  Jaraknya sekitar tiga kilometer  dari ruas jalan provinsi jurusan Purwodadi–Tosari. Untuk menuju hutan pinus sendiri, harus  menempuh dengan medan jalan  masih makadam.

“Korban pertama kali ditemukan  warga Dusun Sidodadi, yang tengah menyadap karet. Merasa aneh ada bau menyengat, warga itu mencari. Ternyata benar, warga  itu lalu menemukan mayat laki- laki. Mayat itu terbaring di bawah  akar pohon pinus yang tumbang,”  jelas Andik Hariawan, petugas lapangan KPH Gerbo.

Kabar penemuan mayat tersebut  juga terdengar pihak kepolisian. Sekitar pukul 11.00 siang, petugas dari Polsek Purwodadi tiba di lokasi  kejadian. Tim Inafis dari Polres  Pasuruan juga hadir. Di sana, petugas melakukan olah TKP, sekaligus mengevakuasi korban.  Menurut Andik Hariawan, pihak KPH Gerbo, sejatinya kerap melakukan patroli di hutan pinus  ini.

“Terakhir, kami melakukan patroli hutan sekitar dua hari lalu. Saat itu patroli melintas di  jalan lokasi ditemukan mayat ini. Waktu patroli, petugas juga  sudah melihat pohon pinus yang  tumbang. Di sana terlihat ada  bekas kebakaran namun sudah padam. Tapi, kami tidak tahu  kalau ada mayat di bawah akar pohon tersebut,” terangnya.

Terpisah, Kapolsek Purwodadi  AKP Slamet Santoso menegaskan,  mayat laki-laki yang saat ini diberi nama Mr X tersebut, diduga kuat  korban pembunuhan. Namun,  pihaknya belum berani memastikan apa penyebab tewasnya  korban. Pun begitu saat disinggung  apakah karena jasadnya terbakar atau dibunuh lebih dulu baru  kemudian dibakar.

“Melihat ciri luka korban dan TKP ditemukannya korban, ini  kasus pembunuhan. Lebih jelasnya kami tunggu hasil visum  dulu,” bebernya. Saat olah TKP berlangsung,  petugas mengamankan sejumlah   barang bukti. Antara lain sarung bekas terbakar, celana blue jins yang sudah terbakar, dan sebuah  sampul CD yang juga sudah terbakar.

Nah, di TKP juga ada jejak ban mobil. Jarak jejak dan tubuh korban hanya hitungan jengkal. Di kepala korban, terbalut kain sarung motif kotak-kotak berwarna cokelat. Bisa jadi sarung itu digunakan pelaku untuk menutupi wajah korban sebelum  dibunuh dan dibuang ke hutan pinus.

Kuat kemungkinan korban lalu dibakar menggunakan bahan bakar.  Proses olah TKP selesai sekitar  pukul 14.00. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dimasukkan ke mobil ambulans Puskesmas Purwodadi. Korban langsung dilarikan ke ruang forensik di Rumah Sakit Bhayangkara di Porong, Sidoarjo, untuk proses visum.

“Untuk saat ini, hanya itu saja yang bisa kami sampaikan. Lainnya belum dan menunggu hasil lidik lanjutan dulu. Termasuk  visum dan lain sebagainya,” ucap  lelaki yang pernah menjabat  Kapolsek Wonorejo itu. Di sisi lain, Herman, perangkat  desa setempat saat ditemui di  TKP mengatakan, warga di desanya tidak mengenali korban.

“Sebelum polisi datang, warga  sudah banyak berdatangan ke lokasi penemuan mayat ini. Tapi, tak satu pun dapat mengenalinya. Mungkin berasal dari luar Desa Dawuhan Sengon,” katanya. Dari catatan koran ini, kasus serupa pernah terjadi 19 November tahun 2012 silam.

Saat itu di perbatasan Dusun Wilo, Desa Ketan Ireng, Prigen dan Desa Duren sewu, Kecamatan Pandaan, ditemukan jenazah Mr X yang juga penuh luka bakar. (radar)