Browse By

Sepekan Tak Tertangkap, Penganiaya Siswa SMKN 2 Probolinggo Masuk DPO

KRAKSAAN – Sudah sepekan Polres Probolinggo memburu penganiaya seorang pelajar SMKN 2 Probolinggo, Muhammad Naufal, 18. Namun, sejauh ini pelaku  yang disebut-sebut berinisial Rb,  20, itu belum juga tertangkap. Karenanya, penyidik Polres Probolinggo menetapkan Rb masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasat Reskrim AKP Hariyanto Rantesalu mengatakan, kasus pembacokan yang terjadi di hutan mahoni, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, itu terus di selidiki. Kini, pihaknya fokus memburu Rb yang merupakan terduga pelaku penganiayaan terhadap Naufal.

“Hasil  penyelidikan sementara, pelaku penganiayaan itu berinisial Rb. Kami tetapkan Rb sebagai DPO,” katanya,   kemarin. Hariyanto mengatakan, Rb dimasukkan DPO karena selama  beberapa hari ini, dia sengaja bersembunyi dari kejaran kepolisian. Bahkan, selama ini sudah tidak ada di rumahnya.

Loading...

“Kami berharap keluarga terduga pelaku untuk bisa membujuknya menyerahkan diri,” ujar polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.  Soal motif pembacokan, Hariyanto mengatakan, sesuai pengakuan korban, penganiayaan itu dilakukan Rb. Motifnya, dugaan sementara  terkait permasalahan sepeda motor yang disebutkan korban sebelumnya.

“Dugaan motif sementara berkaitan dengan sepeda motor yang telah disampaikan korban. Tapi, korban belum bisa diperiksa secara intensif karena kondisinya masih butuh perawatan,” ujarnya. Ia menambahkan, tidak menutup  kemungkinan Rb telah kabur ke  luar daerah. Sebab, sejak kejadian itu, Rb sudah tidak ada di rumahnya  di Kota Probolinggo.

Namun, pihaknya memastikan masih terus memburu penganiaya warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan  Kedopok, Kota Probolinggo itu. Diketahui, Senin (24/4) lalu, Muhammad Naufal, ditemukan bersimbah darah di hutan mahoni, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Paman korban menduga, penganiayaan ini di latar belakangi masalah motor dengan Rb. Sebab, sebelumnya korban memang  berselisih dengan Rb. Sepeda motor Naufal itu dirusak Rb dan sudah diperbaiki. Korban menagih uang perbaikan kepada Rb.

Diduga, karena ditagih terus,  Rb marah. Sebelum ditemukan bersimbah darah, sekitar pukul  15.00 WIB, korban menerima telepon dari seseorang. Diduga, telepon itu berasal dari Rb yang mengajak korban bertemu. Dua jam  kemudian atau sekitar pukul 17.00  WIB, keluarga mendapat telepon  dari polisi. Petugas menjelaskan  jika Naufal mengalami luka-luka akibat bacokan. (radar)

Incoming search terms:

  • download vidio pembacokan