Browse By

Bejat! Kakek “Kerjai” Bocah SD di Kebun Tebu

Polisi Buru Pelaku

WONOMERTO – Biadab. Bahkan kata itu masih terlalu halus jika disematkan pada Sirat, 45, warga Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Betapa tidak, kakek satu cucu ini tega “mengerjai” Pt, 12, tetangganya di kebun tebu desa setempat, Jumat (28/4) sore lalu.

Ironisnya, setelah melancarkan aksinya, pelaku meninggalkan Pt sendirian di Tempat Kejadian Perkara (TKP).   Akibat perbuatan pelaku, Pt  mengalami trauma berat. Ia  enggan berbicara pada orang yang tidak dikenalnya. Seperti  yang korban perlihatkan, kala Jawa Pos Radar Bromo berkunjung  ke rumahnya kemarin (29/4).

Loading...

Saat itu, korban terbaring di  atas kasur tipis yang diletakkan  di ruang tamu. Wajahnya pucat,  sesekali Pt menyembunyikan  wajahnya dibalik selimut. Korban kemarin didampingi Sm, pamannya; bidan desa setempat; dan  kepala desa.

Sang paman terus mengipasi keponakannya itu. Bn, kepala desa setempat mengatakan, peristiwa memilukan  itu bermula dari telepon Sirat pada Ed, kakak korban, sekitar  pukul 17.30. Namun, Ed saat itu tengah melaut.

Diduga, Sirat sudah tahu kondisi tersebut. Ia  berpura-pura menelepon Ed. Padahal pelaku sudah berniat tidak baik. Kepada korban, pelaku berpura-pura kalau menerima duit melalui  transfer dari Sm, paman korban. Nah, pelaku kemudian meminta  korban mengambil duit tersebut  ke rumahnya.

“Katanya uang Rp 5 juta itu dikirimkan kepadanya. Lalu Pt ini diminta untuk mengambil  di rumahnya,” ujar kades.   Pt yang memang sudah kenal dengan Sirat, tidak menaruh  kecurigaan. Seorang diri, Pt kemudian berangkat ke rumah pelaku yang berjarak sekitar 400 meter.

“Ternyata tidak sampai rumahnya, Sirat sudah menunggu  Pt di jalan desa. Saat itulah Pt didekap oleh Sirat, dan diseret  ke kebun tebu. Saat diseret itu,  Pt mencoba melawan dan berteriak,” ujarnya. Khawatir terdengar oleh warga,  Sirat membawa Pt ke ladang tebu  yang lokasinya lebih jauh dari jalan desa.

Sirat membawanya  ke dekat rimbunan bambu-bambu. Disanalah, Sirat mengerjai korban yang tak lagi bisa melawan.  Bejatnya lagi, puas menggagahi korban, pelaku meninggalkan bocah itu sendirian. “Sirat membiarkan Pt sendirian. Pt ini pulang sendiri sambil nangis-nangis.

Tetangga yang tahu akhirnya menolong Pt dan ditanyai kenapa menangis. Akhirnya, kita tahu kalau sudah diperkosa Sirat,” ujarnya.  Pihak desa dan keluarga korban  kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonomerto saat  itu juga. Petugas dari polsek bersama perangkat desa setempat, langsung mendatangi rumah Sirat.

“Tapi sampai disana, Sirat sudah tidak ada. Kata keluarganya sudah pergi. Ndak ada yang tahu pergi kemana,” ujarnya.  Kades mengungkapkan, Sirat  tahu no ponsel yang dipegang Pt, karena nomor tersebut adalah  nomor Edi, kakak korban yang  saat kejadian tengah melaut. Ketika bekerja, nomor tersebut dipasang di ponsel milik Pt.

“Ponselnya milik Pt, tapi nomor itu punya Ed. Sirat tahu kalau Ed sedang melaut, makanya nomor Edi dipegang oleh Pt. Mungkin karena tahu HP-nya dipegang Pt, Sirat langsung menghubungi Pt,” katanya. Sementara itu, Sm, paman korban membantah jika dirinya melakukan transfer uang seperti yang disampaikan Sirat pada Pt.

Bahkan, Samo terkejut mendengar dirinya disangkutpautkan dengan peristiwa yang menimpa keponakannya itu. “Saya tidak tahu sama sekali soal transfer  uang, dan itu tidak benar,” ujarnya geram.  Sm sendiri bekerja di Surabaya sebagai buruh bangunan.

Setelah mendapatkan kabar terkait perkosaan pada keponakannya, Sm lantas memilih pulang ke rumahnya. “Sekarang dia malah kabur. Saya berharap semoga dia segera ditangkap. Jahat sekali orang seperti itu,” katanya marah.

Malam itu juga, Pt dibawa petugas dari polsek ke RSUD dr Mohamad Saleh untuk dilakukan visum. Korban saat itu didampingi keluarga serta perangkat desa. Hasil visum ini ternyata  membuktikan, jika memang ada   tanda trauma fisik pada tubuh  korban.

“Saya kemarin ikut ke RSUD dr Mohamad Saleh. Dari keterangan dokter membenarkan kalau ada tanda pemerkosaan,” ujar Sh, salah satu kerabat Pt.  Sementara itu, AKP Sugiman,  Kapolsek Wonomerto membenarkan jika Jumat (28/4) malam  lalu, ada laporan dari warga terjadi tindak pemerkosaan pada anak-anak.

Namun, laporan pemerkosaan itu telah di limpahkan  pada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo Kota.  “Setelah menerima laporan itu,  ada petugas dari Polsek Wonomerto yang turun untuk mencari  terduga pelaku. Namun, sayangnya terduga pelaku sudah tidak ada di rumahnya,” ujar Sugiman saat dikonfirmasi kemarin.

Mantan Kasatsabhara ini mengungkapkan penyidikan sudah tidak ditangani oleh polsek.  Namun, polsek akan tetap membantu proses pencarian terduga  pelaku. “Belum ditetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang, Red).  Namun, kami tetap akan ikut mencari. Sampai saat ini belum ada kabar terkait terduga pelaku,”  jelasnya. (radar)

Incoming search terms:

  • bokep indonesia grebek di tebu
  • Ngentot di tebu tebu
  • vodio bokep anak tuban yg di grebek