Browse By

Jelang Ramadan, Sembako Aman

KANIGARAN – Jelang bulan Ramadan, pasokan sembako di Kota Probolinggo masih cukup. Karenanya, pemkot tidak terlalu khawatir adanya kelangkaan  sembako. Hanya saja, pemkot akan terus memantau perkembangan sejumlah komoditas  untuk menghindari terjadinya  kelangkaan.

Hal itu ditegaskan Kabid Perdagangan di Dinas Koperasi,  Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota  Probolinggo Sugeng Riyadi. “Sembako akan kami lihat lagi  saat mendekati Ramadan nanti. Namun, untuk saat ini terbilang  cukup,” terangnya saat dijumpai  Jawa Pos Radar Bromo di kantornya, kemarin (28/4).

Sugeng –sapaan akrabnya – mengatakan, awal bulan lalu, pihaknya mendapat surat dari provinsi terkait dengan harga  sembako jelang Lebaran. Dari  surat edaran itu, juga disampaikan Harga Eceran Tertinggi (HET)  sembako. Salah satunya, gula  pasir seharga Rp 12.500/kilogram; daging beku Rp 80 ribu/kilogram; serta minyak goreng kemasan  sederhana, Rp 11 ribu/liter.

Loading...

Harga tersebut berlaku mulai  dari 10 April hingga 10 September 2017. “Provinsi sendiri yang datang langsung untuk menyampaikan surat ini,” terangnya. Hal itu dilakukan sesuai amanat Perpres Nomor 71/2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan  Barang Penting. Termasuk, menindaklanjuti  arahan Menteri Perdagangan   dalam rangka menjamin stabilitas harga, ketersediaan stok/ pasokan kebutuhan pokok,  bagi seluruh masyarakat.

“Jika  memang ada yang melanggar, maka kami sifatnya hanya melaporkan saja. Sehingga, nantinya  dari provinsi yang lebih berwenang terkait dengan sanksi  atau sebagainya,” tuturnya.   Selain sembako, harga cabai  kecil sudah dua pekan ini mengalami penurunan.

Yang awalnya  harga cabai lokal berkisar Rp  140 ribu hingga Rp 160 ribu per kilogram, kini harganya turun di angka Rp 60 ribu/kilogram.  Turunnya harga cabai, lantaran  stok yang ada melimpah. Sementara, harga cabai India  yang semula Rp 70 ribu perkilogram, turun hingga Rp 40 ribu  per kilogram.

Hanya harga cabai  besar yang mengalami kenaikan.  Jika sebelumnya per kilogramnya dihargai Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu, kini melonjak Rp 28  ribu per kilogram. Sementara itu, Badan Pusat  Statistik (BPS) Kota Probolinggo mencatat, ada kenaikan pada  sejumlah kebutuhan pokok di bulan April. Terutama untuk harga beras dan telur.

Hal ini  diungkapkan oleh Mochammad Machsus, kasi Statistik BPS setempat, pada Jawa Pos Radar Bromo, beberapa waktu lalu. “Pada bulan Maret terjadi deflasi. Hal ini karena harga beras,  cenderung turun. Mengingat banyaknya panen yang dilakukan petani,” ujar Machsus.

Namun,  sejak April, sudah ada kenaikan  pada harga beras. Pada minggu pertama dan minggu kedua bulan April, harga beras tercatat mencapai Rp 9.090 per kilogram. “Untuk minggu ketiga mencapai Rp 9.100. Sedangkan data  minggu keempat, masih belum ada,” ujarnya.

Tidak hanya beras saja yang mengalami kenaikan, harga telur ayam juga tercatat  mengalami kenaikan harga, rata-rata Rp 2 ribu per kilogram. Kenaikan harga telur berkisar Rp 26 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram.

“Sedangkan untuk harga daging sapi, masih cenderung stabil berada di kisaran Rp 95 ribu sampai  Rp 105 ribu per kilogram,” ujarnya.  Harga Rp 95 ribu untuk daging sapi dengan kualitas standar, seperti daging rawonan. Sedangkan daging dengan harga Rp 105  ribu adalah daging dengan kualitas super. (radar)