Browse By

Bupati Irsyad Bakar Semangat, Suporter Teriakkan Chant

PENDAPA Nyaweji Ngesti Wenganing  Gusti malam itu tampak riuh. Berbeda dengan hari-hari biasa, Kamis (27/4)  malam lalu, ratusan orang yang  memakai kostum dominan warna oranye, tampak memenuhi pendapa.   Bahkan, mereka yang didominasi  anak-anak muda juga membawa spanduk dan flare.

Ya, merekalah suporter Persekabpas Pasuruan atau yang akrab disebut Laskar Sakera. Malam itu, memang  menjadi agenda khusus untuk  mengenalkan tim pada seluruh suporter. Launching itu dilakukan untuk menyambut musim baru.  Dimana Persekabpas akan berlaga  di Liga 3. Tak lengkap rasanya jika suporter  tak membuat “kegaduhan”.

Layaknya  di stadion, suporter juga membawa peralatan drum band untuk memeriahkan launching. Suasana se makin meriah karena tetabuhan drum band itu juga diiringi chant khas  Sakeramania.  Dengan mengambil tajuk “Persekabpas Bangkit”, jajaran manajemen berupaya agar tim yang  pernah bersinar di kasta tertinggi persepakbolaan tanah air itu, bisa kembali jaya.

Loading...

Dalam launching itu pula, manajemen mengenalkan 21 pemain. Seluruh pemain tersebut, merupakan hasil seleksi yang dilakukan pelatih Sunardi pada  pekan terakhir bulan Maret lalu. Tak hanya pemain, pelatih dan  ofisial tim juga dikenalkan malam itu.

Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf yang didaulat untuk meresmikan  tim, juga mengobarkan semangat pada pemain dan suporter. “Persekabpas Bangkit,” teriaknya.  Menurutnya, launching klub tersebut menjadi ajang pembuktian kepada khalayak terkait dengan  eksistensi Persekabpas.

Maklum saja, permasalahan internal yang selama ini bergulir, memang sedikit banyak memberi dampak bagi pengelolaan klub. “Dengan launching ini,  Insya Allah kompetisi musim  ini, akan kita raih kembali masa  kejayaan Persekabpas. Tahun ini saat yang tepat, sebagai modal kebangkitan kita di kancah  sepak bola. Bangkit dalam situasi apapun,” tutur Irsyad penuh percaya diri.

Ia juga sangat mengapresiasi  perjuangan seluruh pihak, yang  mendukung hingga kembalinya Persekabpas dalam laga resmi.  Selain kesiapan pemerintah, Irsyad juga menyebut dukungan para suporter yang selalu loyal,  para pemain serta manajemen, menjadi modal berharga bagi klub berjuluk The Lassak tersebut.

Pria yang akrab disapa Gus Irsyad itu tak menampik, bahwa mengelola tim sepak bola tidak mudah. Terutama jika dikaitkan  dengan kebutuhan dana yang besar untuk mengarungi semusim kompetisi. “Kalau mengkritisi boleh saja,  siapapun silakan. Itu, akan menjadi bagian dari motivasi. Demo  para suporter selama ini, juga  saya yakin itu dilakukan karena kecintaan mereka pada Persekabpas,” imbuhnya.

Sementara itu, Manajer Persekabpas Iswahyudi juga dengan penuh semangat menyebut tahun  ini sebagai tahun emas bagi Persekabpas. Itu, tak berlebihan. Sebab, komposisi Persekabpas yang telah  dibentuk pada 17 April lalu, dihuni banyak pemain baru. Juga ditambah potensi dan  pengalaman sang pelatih, Sunardi.

Pria yang juga Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat itu, optimistis bisa mengembalikan kejayaan tim.  “Optimis lolos ke babak berikutnya. Sebisa mungkin juga bisa  mendapat promosi untuk naik  kasta berikutnya,” terang Iswahyudi.

Perwakilan The Lassak, Ahmad, mengaku lega dengan komitmen  Pemkab Pasuruan dan manajemen serta para pemain. Ia bahkan berani menjamin, suporter  akan memberikan dukungan  penuh dengan memenuhi Stadion Soedarsono Pogar saat  laga kandang.

“Kami berharap komitmen pemerintah dan manajemen membangkitkan Persekabpas  berdampak nyata. Karena itu  juga keinginan para suporter. Kami akan siap mendukung dengan penuh sportivitas,” kata Ahmad.  Bahkan, saking semangatnya, suporter tak beranjak pulang meski launching berakhir pukul 21.00. Mereka masih menyempatkan diri menyalakan flare serta berswafoto dengan pemain.  

Sementara itu, pasca dikenalkan pada khalayak, Kamis malam lalu, Persekabpas langsung tancap gas dengan menggelar uji coba kontra Probolinggo United, kemarin (28/4). Tak tanggung-tanggung, Persekabpas melumat  tim tamu dengan skor 2-0.

Meski unggul, hal itu tak serta  merta membuat Sunardi, sang  pelatih berpuas diri. Menurutnya, banyak hal yang masih perlu dibenahi. Salah satunya kekompakan pemain. Ia melihat, anak asuhnya belum padu. “Kami memang menang dalam  laga uji coba hari ini (kemarin,  Red). Tapi, bukan persoalan  kalah menangnya, melainkan kematangan para pemain. Dari  pengamatan kami, masih banyak hal yang harus dibenahi,” terangnya.

Selain masalah kekompakan, komunikasi antar pemain juga  masih perlu dievaluasi. Khususnya di lini belakang. Meski tak sampai tercipta gol dari lawan, komunikasi yang kurang baik, menurutnya, bisa merusak pertahanan.

Kekurangan demi kekurangan itulah yang akan dibenahinya dalam dua atau tiga kali latihan terakhir jelang digulirkannya  laga perdana 3 Mei 2017 nanti. “Ada dua sampai tiga kali latihan.  Kesempatan itulah yang akan kami manfaatkan untuk memperbaiki tim dari segi permainan,”  tambahnya.

Secara permainan, tim Persekabpas sejatinya tampil dominan. Di babak awal, mereka langsung menggebrak. Namun, upaya itu  tak kunjung membuahkan hasil.  Baru di menit ke 30, tuan rumah  mampu memecah kebuntuan.  Adalah kreasi Duhan, yang memberikan long pass pada Rico.

Umpan matang itu tak disiasiakan Rico. Heading-nya tak  mampu dijangkau penjaga gawang Probolinggo United. Persekabpas unggul 1-0.  Meski sudah unggul di babak pertama, tuan rumah tak mengendorkan permainan di  paruh waktu babak kedua.

Bahkan, intensitas serangan Persekabpas semakin tinggi. Terbukti, 10 menit berselang, gawang Probolinggo United kembali kebobolan. Adalah Nova, yang  menggandakan keunggulan  tuan rumah. Gol itu pun menjadi penutup laga. (radar)

Incoming search terms:

  • video bokep tante dengan anak kecil
  • anak SD mesum sama tante
  • vidio bokep anak kecil dengan tante
  • tante anak mesum
  • masa masa kejayaan persekabpas
  • download vidio bokep gadis kecil sd
  • donload video bokep sd vs tante
  • bokep anak SD mesum janda
  • bokep anak perempuan kecil
  • vidio bokep sama anak kecil