Browse By

Amankan Bayi Tak Bernyawa

Diduga Hasil Hubungan Gelap

GRATI – Sungguh mengenaskan nasib bayi yang dilahirkan Wd, 19, warga Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Usai meninggal dalam proses persalinan, bayi berjenis kelamin perempuan itu, diduga sempat dibuang di bantaran  sungai Buk Wedi, Kecamatan Rejoso, oleh Mtf yang diduga sebagai  bapaknya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Wd melakukan proses persalinan di rumahnya pada Kamis (27/4) lalu, sekitar  pukul 08.00. Sebelumnya, Sp, ibu Wd telah memanggil seorang bidan yang tak jauh dari rumahnya. Hal itu dilakukan lantaran  melihat kondisi anaknya yang mengalami pendarahan.

Loading...

Sekembalinya ke rumah bersama bidan, ia telah mendapati anaknya itu usai melahirkan  bayi perempuan. Saat itu, Wd  didampingi Mtf, 20, yang juga  warga satu kecamatan. Diduga, Mtf adalah ayah biologis dari bayi yang dilahirkan Wd. Bayi  yang masih lengkap dengan ari- arinya itu, dibungkus kain dan dimasukkan ke tas Mtf.

 “Setelah itu, ibu Wd menyuruh  Mtf untuk menguburkan bayinya. Oleh Mtf sempat dibawa keliling  di kawasan Rejoso,” ujar AKP  Riyanto, kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota. Sementara itu, Suherman, salah seorang warga Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso mengungkapkan, bayi tersebut sempat dibuang di bantaran sungai   Buk Wedi pada Kamis sore oleh Mtf.

“Sebelumnya, dia mengajak  anak saya karena memang temannya, entah mau dikubur atau apa. Yang jelas saya larang karena takut berperkara,” katanya. Ia juga menyampaikan, bahwa kabar dibuangnya bayi itu mencuat setelah Mtf kebingungan  mencari teman untuk menguburkan bayi itu.

Suherman bahkan mengatakan, usai meletakkan bayi di bantaran sungai itu, Mtf kembali mengambil bayi tersebut dan membawanya ke kawasan lapangan Kedawung. Sebelum akhirnya dibawanya pulang ke rumahnya.  Saat pulang itulah, pukul 16.00,  petugas yang mendapat laporan dari beberapa warga yang mengetahui hal itu kemudian melakukan penyelidikan.

“Mtf diamankan petugas di rumahnya bersama bayi. Sekarang masih  berstatus saksi untuk dimintai keterangan,” kata Riyanto. Sementara, jasad bayi itu kemudian dibawa polisi ke RS  Bhayangkara, Porong, Sidoarjo,  untuk dilakukan visum etrepertum. Riyanto juga masih belum dapat memberikan kepastian terkait dengan kasus itu.

“Kami masih mendalami kasus  ini, juga menunggu hasil visum,”  tutupnya singkat. Dari penyelidikan kasus tersebut, sejauh ini  petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya celana pendek milik Wd, sepotong lap pel, dan sprei.  (radar)