Browse By

Sultan Karimullah Divonis 7 Bulan

KARIMULLAH, terdakwa kasus penipuan dan penggelapan dengan korban Suhadi Prayitno terbukti melanggar pasal 378  KUHP juncto pasal 56 ke-2 KUHP.  Karenanya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan,  menvonisnya dengan hukuman  selama 7 bulan penjara.

Namun, terdakwa yang merupakan Sultan di Padepokan Dimas  Kanjeng, itu tinggal menjalani sisa hukuman selama sebulan. Sebab, dia sudah sekitar 6 bulan  menjalani masa tahanan sejak ditangkap polisi.

Vonis itu dijatuhkan majelis hakim PN Kraksaan, pada Selasa  (25/4), sekitar pukul 22.00 WIB. Persidangan ini digelar sampai malam karena banyaknya saksi  yang dihadirkan dalam sidang  kasus pembunuhan dan penipuan dengan terdakwa Dimas Kanjeng  Taat Pribadi.

Loading...

Dalam persidangan terdakwa  Karimullah, Ketua Majelis Basuki Wiyono hanya membacakan poin-poin amar putusannya. Majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan ikut membantu tindak pidana  penipuan yang di lakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

“Sidang  terdakwa Karimullah sudah  diputus. Terdakwa dijatuhi hukuman selama 7 bulan penjara,”  ujar Humas PN Kraksaan Yudistira  Alfian, kemarin. Putusan itu lebih ringan di banding tuntutan jaksa penuntut  umum (JPU) Kejari Kabupaten  Probolinggo.

Dalam sidang pekan lalu, JPU menuntut terdakwa  dengan hukuman selama 10 bulan penjara. Menurut Yudistira, ada sejumlah pertimbangan majelis hakim menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa. Pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah  merugikan korban Prayitno. Sedangkan yang meringankan,  terdakwa mengakui dan menyesali  perbuatannya.

“Atas putusan itu,   terdakwa menyatakan menerima. Kalau penuntut umum masih  pikir-pikir,” ujarnya. Sedangkan, JPU Rizky Raditya membenarkan putusan majelis  hakim terdakwa Karimullah. Menurutnya, selama ini terdakwa sudah menjalani tahanan selama sekitar  6 bulan.

“Kami masih menyatakan pikir-pikir dan masih menunggu petunjuk dari pimpinan atas putusan itu,” ujarnya. (radar)